BGN Copot Kepala SPPG Bogor-Cirebon Imbas Kasus Keracunan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

BGN Copot Kepala SPPG Bogor-Cirebon Imbas Kasus Keracunan

Fachri Audhia Hafiez • 28 October 2026 19:31

Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) menindak tegas insiden keracunan yang menimpa ratusan siswa di Bogor dan Cirebon, Jawa Barat, akibat kelalaian dalam pengelolaan bahan makanan. BGN mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta memecat ahli gizi dan ahli kuliner di kedua wilayah tersebut.

"Jadi kepala dapur saya copot, kemudian ahli gizi dan ahli kulinernya saya pecat," kata Kepala BGN Sudaryono dalam keterangannya, Rabu, 28 Oktober 2026.
 


Sudaryono mengungkapkan, kasus di Cirebon dipicu oleh pembelian telur puyuh matang yang sudah dikupas. Sementara kasus di Bogor dipicu oleh pembelian bumbu kacang jadi tanpa kontrol kualitas.

"Jadi Cirebon itu dia beli telur puyuh sudah dalam bentuk matang dan sudah terkelupas. Itu kan tidak bisa kita kendalikan dia masak telur puyuhnya direbus kapan, dikupas kapan, disimpan di mana, yang kupas siapa, tangannya kotor nggak kotor, pakai APD dan lain sebagainya," kata Sudaryono.

BGN bekerja sama dengan pemerintah daerah dan jajaran TNI-Polri kini tengah melakukan pemeriksaan mendalam. Sudaryono menegaskan bahwa dirinya tidak akan berkompromi terhadap segala bentuk kelalaian yang mengancam keselamatan dan kesehatan siswa.

"Terkait nyawa dan kesehatan seseorang, tidak main-main. Siapa pun pemilik dapur saya enggak peduli, selama dia membahayakan dan itu adalah kelalaian yang disengaja, harus wajib hukumnya sanksi tutup permanen," ucap Sudaryono.


Ilustrasi SPPG. Foto: Dok. Antara.

Selain sanksi pencopotan dan pemecatan personel, BGN langsung menghentikan sementara operasional dapur yang bermasalah. Hal ini guna proses investigasi lebih lanjut.

"Kemudian dapur saya suspend, kita cek, kita investigasi, ada nggak kelalaian yang disengaja," kata Sudaryono.

(Fachri Audhia Hafiez)