Dipanggil Presiden Prabowo ke Istana, Philip Kuncoro Wijaya Dilantik sebagai Anggota Wantimpres RI

Prof. Dr. Philip Kuncoro Wijaya dilantik sebagai anggota Wantimpres RI. Foto: BPMI Setpres

Dipanggil Presiden Prabowo ke Istana, Philip Kuncoro Wijaya Dilantik sebagai Anggota Wantimpres RI

Fajar Nugraha • 2 October 2026 18:04

Jakarta: Prof. Dr. Philip Kuncoro Wijaya turut dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto ke Istana untuk dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI pada Jumat 2 Oktober 2026.

“Dikenal luas sebagai akademisi serta tokoh lintas agama, kehadiran Philip di jajaran Wantimpres menambah representasi keberagaman dan keahlian strategis dalam memberi masukan kepada kepala negara,” seperti dikutip dari Breaking News Metro TV.

Kiprah Kepemimpinan Organisasi Keagamaan

Philip Kuncoro Wijaya dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi).

Melalui perannya di organisasi keagamaan tingkat nasional ini, ia aktif mendorong dialog antariman, memperkuat kerukunan hidup beragama, serta membina kesiapan umat dalam menghadapi tantangan modernisasi, teknologi, dan dinamika sosial.

Dunia Akademis dan Advokasi Kesehatan

Di luar kepemimpinannya di organisasi kemasyarakatan, Philip memiliki rekam jejak panjang di bidang akademis dan kesehatan publik.

Berpengalaman dalam pengelolaan berbagai program strategis, ia pernah terlibat aktif dalam inisiatif advokasi kesehatan masyarakat, termasuk penanganan dan penyuluhan HIV/AIDS sejak era 1990-an. Dedikasinya di dunia pendidikan dan keilmuan mengantarkannya meraih gelar guru besar (profesor).

Dilantik sebagai Anggota Wantimpres

Sebagai bentuk pengakuan atas keahlian, pengalaman, dan kontribusinya bagi bangsa, Philip Kuncoro Wijaya ditunjuk menjadi anggota Wantimpres di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Melalui penugasan ini, Philip berkontribusi memberikan pertimbangan dan masukan strategis terkait isu-isu kebangsaan, sosial, keagamaan, serta harmonisasi kemasyarakatan demi mendukung jalannya pemerintahan.

(Fajar Nugraha)