BMKG Deteksi Awan Kumulonimbus di Langit Sumatra, Kalimantan, dan Papua

Ilustrasi awan hujan. (Metrotvnews.com)

BMKG Deteksi Awan Kumulonimbus di Langit Sumatra, Kalimantan, dan Papua

Lukman Diah Sari • 19 October 2026 06:33

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para pengguna dan penyedia jasa transportasi udara untuk mewaspadai potensi pertumbuhan awan hujan atau kumulonimbus pada Senin, 19 Oktober 2026.

Prakirawan cuaca BMKG, Nisa, mengungkapkan bahwa potensi awan kumulonimbus tersebut terkonsentrasi di sekitar ujung Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

Secara rinci, sebaran awan kumulonimbus ini berpotensi menyelimuti wilayah Samudra Hindia barat Aceh, Selat Malaka bagian utara hingga tengah, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Laut Natuna Utara, dan Selat Karimata bagian utara. Potensi serupa juga terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, serta Samudra Pasifik utara Papua.

"Untuk itu, selalu ikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan," pesan Nisa.

Ilustrasi - Awan hitam menyelimuti langit Aceh. ANTARA FOTO/Rahmad

Nisa menambahkan, dinamika cuaca hari ini turut dipengaruhi oleh pergerakan Siklon Tropis Campi. Saat ini, siklon tersebut terpantau berada di Samudra Pasifik bagian utara Papua Nugini, dengan tekanan pusat 935 hektopaskal (hPa) dan kecepatan angin maksimum mencapai 105 knot atau sekitar 194 kilometer per jam.

"Siklon ini bergerak ke arah barat laut dan memicu terbentuknya daerah konvergensi di Laut Filipina, Samudra Pasifik utara Papua, serta di sekitar sistem siklon," jelas Nisa.

(Lukman Diah Sari)