Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Bisa Tembus 5,7%, Bos BI Beberkan Daya Gedornya

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Foto: Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Bisa Tembus 5,7%, Bos BI Beberkan Daya Gedornya

Husen Miftahudin • 21 October 2026 15:07

Jakarta: Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9 persen 5,7 persen. Prospek tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga yang terjaga, investasi yang tumbuh positif, serta peningkatan kinerja ekspor nonmigas.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan dan perlu terus didorong melalui penguatan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi," kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Destry menjelaskan, perkembangan terkini menunjukkan konsumsi rumah tangga tetap terjaga, didukung oleh keberlanjutan berbagai stimulus fiskal pemerintah dan menguatnya ekspektasi konsumen.

Selain konsumsi, kinerja investasi Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan positif. Perkembangan tersebut terutama ditopang oleh investasi pemerintah, disertai mulai menguatnya kontribusi investasi swasta.
 


Tahan BI-Rate 5,75%, Gubernur BI Yakin Stabilitas Terjaga

(Konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta. Foto: dok BI)

 

PMI manufaktur di zona ekspansi


Penguatan investasi swasta sejalan dengan meningkatnya keyakinan produsen yang tercermin dalam indeks Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang berada di zona ekspansi. Menurut Destry, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pendukung prospek pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.

Dari sisi eksternal, kinerja ekspor nonmigas menunjukkan peningkatan. Meski demikian, BI menilai kinerja ekspor masih perlu diperkuat untuk memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas ekspor.

"Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan tetap baik, ditopang oleh berlanjutnya berbagai stimulus Pemerintah, membaiknya ekspektasi pelaku ekonomi, serta penguatan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi," terang Destry.

(Husen Miftahudin)