Orang tua dari pasien anak penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menunggu anaknya yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) BARI Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2026). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Karhutla Ancam Kesehatan Anak, 70 Ribu Balita Menderita ISPA
Anggi Tondi Martaon • 17 October 2026 19:31
Jakarta: Jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai 311.363 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70.239 kasus merupakan anak di bawah lima tahun atau balita.
"Data Kemenkes per 17 Oktober 2026 mencatat 70.239 kasus ISPA pada anak berusia di bawah lima tahun dari total kumulatif 311.363 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla," tulis update Penanganan Dampak Kesehatan Akibat Karhutla Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Sabtu, 17 Oktober 2026.
Selain anak-anak, kelompok lanjut usia (lansia) juga terdampak. Kemenkes mencatat 49.634 kasus ISPA pada kelompok tersebut.
"Pada periode yang sama, Kemenkes mencatat 2.609 kasus ISPA pada 17 Oktober 2026, sedangkan sehari sebelumnya terdapat 3.827 kasus," data berdasarkan laporan Penanganan Dampak Kesehatan Akibat Karhutla oleh Kemenkes.
Karhutla dilaporkan terjadi di 65 kabupaten kota di tujuh provinsi. Yakni Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Ilustrasi kabut asap. Foto: Antara.
Kemenkes juga memantau kualitas udara di wilayah terdampak melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Dalam klasifikasi yang digunakan, nilai 101–199 masuk kategori tidak sehat, 200–299 sangat tidak sehat, sedangkan nilai 300 ke atas tergolong berbahaya.
Adapun data kasus ISPA pada kelompok rentan lainnya, seperti ibu hamil serta penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), masih dalam proses pemisahan data.
(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)