Gempa M6,1 di Sumba Barat Daya, BNPB: 1 Warga Luka Tertimpa Reruntuhan

Sejumlah rumah di Kabaupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Timur mengalami kerusakan akibat gempabumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah setempat, pada Minggu (4/10). Sumber foto: BPBD

Gempa M6,1 di Sumba Barat Daya, BNPB: 1 Warga Luka Tertimpa Reruntuhan

Lukman Diah Sari • 4 October 2026 15:49

Jakarta: Gempa bumi bermagnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 05.55 WIB atau 06.55 Wita. Berdasarkan pendataan sementara, guncangan ini mengakibatkan puluhan bangunan rusak dan satu orang terluka.

"Satu orang mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resminya, Minggu, 4 Oktober 2026.

Berton menjelaskan, korban luka telah mendapat penanganan medis dan menjalani rawat jalan. Ia memastikan belum ada laporan terkait adanya korban jiwa maupun korban luka berat akibat bencana tersebut.

Guncangan gempa yang terasa cukup kuat ini sempat memicu kepanikan warga di Sumba Barat Daya dan Sumba Barat hingga berhamburan keluar rumah. Meski demikian, BNPB memastikan situasi saat ini telah kembali kondusif dan tidak ada potensi tsunami di pesisir barat Pulau Sumba.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparat gabungan tengah bersiaga dan memantau wilayah terdampak. Posko awal penanganan bencana juga telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya.

Sejumlah rumah di Kabaupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Timur mengalami kerusakan akibat gempabumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah setempat, pada Minggu (4/10). Sumber foto: BPBD

Sebanyak 173 personel disiagakan untuk mendukung pemantauan dan penanganan. Pasukan tersebut terdiri atas 30 personel Kodim 1613/Sumba Barat, 68 personel Kodim 1629/Sumba Barat Daya, dan 75 personel Yonif TP 930/TT.

"Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, dan menghindari bangunan yang retak atau rusak. Pastikan informasi hanya dari instansi resmi," tutup Berton.

(Lukman Diah Sari)