Ilustrasi awan Cumulonimbus. (Dokumentasi/ BMKG)
Daftar Wilayah Berpotensi Awan Cumulonimbus pada 4-10 Oktober 2026
Silvana Febiari • 3 October 2026 08:32
Jakarta: Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 4-10 Oktober 2026. Berdasarkan informasi prakiraan pertumbuhan awan Cumulonimbus, sejumlah wilayah masuk dalam kategori Frequent dan Occasional.
Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus merupakan produk prakiraan cuaca penerbangan yang dihasilkan melalui model cuaca numerik. Informasi tersebut digunakan untuk menggambarkan sebaran potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah Indonesia hingga tujuh hari ke depan.
Wilayah dengan Potensi Frequent
Kategori Frequent (FRQ) menunjukkan adanya potensi awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum lebih dari 75 persen. Pada periode 4-10 Oktober 2026, wilayah yang diprakirakan masuk kategori ini meliputi:- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
Wilayah dengan Potensi Occasional
Kategori Occasional (OCNL) menunjukkan potensi awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen. Wilayah yang diprakirakan mengalami potensi tersebut antara lain:- Aceh
- Bengkulu
- Jambi
- Jawa Barat
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Laut Natuna Utara
- Laut Sulawesi bagian barat
- Laut Sulawesi bagian timur
- Papua
- Papua Pegunungan
- Papua Tengah
- Riau
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
- Selat Malaka bagian tengah
- Selat Malaka bagian utara
- Sumatra Barat
- Sumatra Selatan
- Sumatra Utara

Ilustrasi awan cumulonimbus. Foto: Antara
Tiga Kategori Potensi Cumulonimbus
Informasi prakiraan pertumbuhan awan Cumulonimbus membagi potensi berdasarkan persentase cakupan spasial maksimum. Terdapat tiga kategori yang digunakan, yakni Isolated, Occasional, dan Frequent.- Isolated Cumulonimbus (ISOL CB) menunjukkan terdapat awan Cumulonimbus dengan cakupan area kurang dari 50 persen.
- Occasional Cumulonimbus (OCNL CB) menunjukkan awan Cumulonimbus dengan cakupan area berkisar 50-75 persen.
- Frequent Cumulonimbus (FRQ CB) menunjukkan potensi awan Cumulonimbus dengan cakupan area lebih dari 75 persen.
Informasi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus ini merupakan bagian dari prakiraan cuaca untuk mendukung informasi kondisi atmosfer, khususnya dalam penerbangan.