PTBA Perkuat Kesiapsiagaan Tim Tanggap Darurat melalui IMERC 2026

PTBA memperkuat kompetensi tim tanggap darurat melalui IMERC 2026 untuk mendukung keselamatan operasional pertambangan. (Dok. PT Bukit Asam)

PTBA Perkuat Kesiapsiagaan Tim Tanggap Darurat melalui IMERC 2026

Duta Erlangga • 27 October 2026 16:27

Tanjung Enim: Peningkatan kompetensi tim tanggap darurat menjadi salah satu upaya menjaga keselamatan operasional pertambangan. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus mengembangkan kemampuan Emergency Response Team (ERT) melalui pelatihan dan evaluasi berkala.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui partisipasi Tim ERT PTBA dalam Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026. Dalam ajang tersebut, tim
PTBA meraih tiga prestasi, meningkat dari dua prestasi pada penyelenggaraan 2025.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan kesiapsiagaan personel dan koordinasi menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan operasional.

“Bagi PTBA, keselamatan merupakan prioritas yang harus didukung oleh kesiapan personel, keterampilan, dan koordinasi yang baik. Melalui partisipasi dalam IMERC, kami berharap Tim ERT dapat terus mengembangkan kompetensi, belajar dari pengalaman tim lain, serta menerapkan berbagai pembelajaran untuk memperkuat kesiapsiagaan
dalam menghadapi kondisi darurat,” ujar Bambang.

IMERC 2026 berlangsung pada 6–9 Agustus 2026 di Garuda Rescue Nusantara (GRN), Balikpapan, Kalimantan Timur. Sebanyak 24 tim dari Indonesia dan Australia mengikuti berbagai simulasi yang dirancang menyerupai situasi darurat di area pertambangan dan fasilitas pendukung.


Tantangan yang dihadapi meliputi penyelamatan kecelakaan kendaraan, penyelamatan bawah air dan vertikal, penanganan di ruang terbatas, pemadaman kebakaran, serta pengujian keterampilan individu.

Selain kompetisi, kegiatan bertema “Face Up” tersebut menjadi sarana pertukaran pengalaman antartim. Peserta juga mengikuti Incident Management Training bersama instruktur dari Australia untuk memperdalam pemahaman mengenai manajemen insiden dan pengambilan keputusan.

PTBA memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk mengembangkan latihan, simulasi, dan prosedur tanggap darurat. Penguatan kompetensi secara berkelanjutan diharapkan membantu personel menerapkan keterampilan secara tepat sesuai kebutuhan di lapangan.

IMERC memiliki tiga pilar kegiatan, yakni Challenge, Training, dan Charity. Pada pilar sosial, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada Panti Asuhan Al-Firdaus Kalimantan Selatan.

Melalui pengembangan kompetensi dan evaluasi berkala, PTBA berupaya menjaga kesiapan tim tanggap darurat dalam menghadapi berbagai skenario kedaruratan. Ketepatan tindakan, kecepatan respons, dan koordinasi menjadi aspek penting dalam mendukung keselamatan pekerja di lingkungan pertambangan. 

(Rosa Anggreati)