BNPB: Karhutla Kalteng, Kalsel, Kalbar, Capai 11 Ribu Hektare

BPBD Muara Enim melakukan pendinginan di lokasi karhutla di Desa Karang Raja, Rabu, 21 Oktober 2026. ANTARA/HO-BPBD Muara Enim

BNPB: Karhutla Kalteng, Kalsel, Kalbar, Capai 11 Ribu Hektare

Lukman Diah Sari • 22 October 2026 17:47

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan total luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi utama di Pulau Kalimanta, yakni Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Barat (Kalbar), mencapai 11.202 hektare. Luasan lahan terbakar meliputi Kalimantan Tengah seluas 7.938 hektar, Kalimantan Selatan seluas 1.974 hektare, serta Kalimantan Barat seluas 1.290 hektare.

"Pengerahan personel darat tersebut mengalami peningkatan signifikan hingga empat kali lipat dari jumlah biasanya guna mempercepat proses pemadaman di lapangan," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan yang ditemui di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026, melansir Antara.

BNPB mengerahkan total 38.772 personel satgas darat yang disiagakan di masing-masing daerah, dengan rincian 16.387 personel di Kalimantan Tengah, 14.458 personel di Kalimantan Barat, dan 7.927 personel di Kalimantan Selatan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan.  ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Selain kekuatan darat, penanganan karhutla di Pulau Kalimantan juga didukung oleh 34 unit armada udara utama satgas udara yang meliputi helikopter water bombing, pesawat patroli, dan armada operasi modifikasi cuaca (OMC).

Armada satgas udara tersebut terdistribusi di Kalimantan Selatan sebanyak 14 unit, serta masing-masing 10 unit di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, dengan mekanisme penugasan yang fleksibel agar armada di suatu provinsi dapat digerakkan untuk membantu wilayah lain sesuai kebutuhan darurat. Melalui operasi udara, BNPB melaksanakan total 13 sorti operasi modifikasi cuaca harian menggunakan bahan semai dry ice atau es kering serta NaCl atau garam.

"Di Kalimantan Tengah, petugas melaksanakan sembilan sorti dengan menyebarkan 4.400 kilogram dry ice dan 3.800 kilogram garam," cetusnya.

Sementara itu, di Kalimantan Selatan dilakukan dua sorti penyemaian 2.000 kilogram garam yang difokuskan di wilayah Tapin, Banjar, Barito Kuala, serta Kotabaru. Adapun di Kalimantan Barat.

Menurut dia, meskipun cakupan lahan terbakar semakin mengecil, BNPB tetap mengoptimalkan dua sorti penyemaian 1.800 kilogram garam terutama di Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat mengingat wilayah tersebut masih minim turun hujan secara alamiah.

(Lukman Diah Sari)