Narapidana Lapas Tangerang Produksi Rumah Tahan Gempa

Warga binaan atau narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang memproduksi panel rumah. Metrotvnews.com/ Hendrik S

Narapidana Lapas Tangerang Produksi Rumah Tahan Gempa

Hendrik Simorangkir • 22 October 2026 21:25

Tangerang: Warga binaan atau narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang memproduksi panel rumah yang dirancang untuk membangun hunian tahan gempa. Produk tersebut telah melalui pengujian oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebelum digunakan.

"Jadi rumah ini tahan akan guncangan kekuatan gempa 7,8 magnitudo. Itu merupakan hasil pengujian Kementerian PUPR, yang menjadi bagian penting dalam memastikan kelayakan dan kinerja struktur panel," ujar Kepala Lapas Kelas IA Tangerang, Beni Hidayat, Kamis, 22 Oktober 2026.

Di balik tembok lapas, produksi panel rumah ini juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Mereka dilibatkan dalam pembuatan komponen rumah instan sebagai bekal keterampilan produktif selama menjalani masa pidana.


Dalam proses pembuatannya, panel rumah instan menggunakan campuran sejumlah bahan, yakni fly ash atau abu sisa pembakaran batu bara, semen, batu split berukuran halus, dan pasir sebagai bahan penyusun struktur.

Selain itu, konstruksi panel diperkuat dengan besi berdiameter 8 milimeter dan 6 milimeter. Sementara itu, sambungan antarpanel menggunakan baut ukuran 17 yang dilapisi galvanis untuk membantu melindunginya dari korosi.

Beni menuturkan, terdapat 28 warga binaan yang dilibatkan dalam inovasi rumah instan tahan gempa tersebut. Rumah ramah lingkungan ini lebih hemat 20 persen jika dibanding rumah konvensional. 

"Saat ini sudah ada beberapa pemesanan untuk membangun rumah tahan gempa dari warga binaan lapas. Salah satunya sudah dipesan oleh Kemenimpas untuk rumah pegawai ASN," kata Beni. 


Kepala Lapas Kelas IA Tangerang, Beni Hidayat. (Metrotvnews.com/ Hendrik S)


Sementara itu, salah satu warga binaan yang terlibat dalam produksi rumah, Ali Napiah Nasution, mengatakan kegiatan ini juga memberinya penghasilan. Ia bekerja memproduksi panel rumah setiap Senin hingga Jumat.

"Dari keterlibatan dalam produksi ini, saya tercatat mendapatkan premi atau tabungan penghasilan. Itu tabungan buat saya gunakan setelah saya keluar nanti," kata narapidana dengan kasus narkoba tersebut. 

Menurut Ali, program ini menjadi bagian dari upaya memberikan keterampilan kerja. Para warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. 

"Kegiatan ini juga berguna bagi saya dan warga binaan lainnya, dan jika bebas nanti akan buka usaha rumah tahan gempa jika memiliki modal. Artinya saya sudah miliki bekal ini," jelas Ali. 

Dari dalam lapas, keterampilan warga binaan dikembangkan menjadi produk bernilai guna berupa panel-panel rumah instan. Produk ini diharapkan tak hanya menjadi solusi hunian, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembinaan dapat membekali warga binaan dengan keterampilan dan penghasilan.

(Silvana Febiari)