Minibus hantam bundaran 0 Km Sampit. (Antara)
Diduga Terhalang Kabut Asap, Minibus Tabrak Bundaran 0 Km Sampit
Lukman Diah Sari • 22 October 2026 16:27
Sampit: Kabut asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, diduga memicu kecelakaan lalu lintas. Sebuah minibus menabrak pembatas jalan di Bundaran 0 Kilometer akibat terbatasnya jarak pandang pada Kamis, 22 Oktober 2026, sekitar pukul 04.00 WIB.
Dalam kecelakaan tunggal tersebut, minibus menghantam pembatas bundaran hingga naik ke area taman. Benturan mengakibatkan bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, sedangkan pengemudi dievakuasi ke rumah sakit.
“Ini menjadi pengalaman bagi kita bersama. Kami tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, sehingga tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Kepala Satlantas Polres Kotim, AKP Heriyanto, di Sampit, Kamis, 22 Oktober 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Heriyanto mengingatkan masyarakat untuk ekstra waspada saat berkendara di tengah cuaca berkabut. Pengendara dituntut cermat mengukur jarak pandang dan tidak memacu kendaraan apabila kondisi jalan di depan tidak terlihat dengan jelas.
“Dalam kondisi berkabut seperti sekarang, kecepatan sebaiknya tidak melebihi 40 kilometer per jam atau disesuaikan dengan kemampuan pengemudi mengendalikan kendaraan apabila ada sesuatu di depan,” kata dia.

Minibus hantam bundaran 0 Km Sampit. (Antara)
Lebih lanjut, ia mengimbau pengemudi untuk memastikan kondisi fisik dan pikiran tetap tenang. Pengendara diminta tidak memaksakan diri jika merasa tidak siap menghadapi medan jalan yang berisiko tinggi.
“Kita harus benar-benar mengendalikan diri saat berkendara. Ingat, ada keluarga yang menunggu di rumah. Karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas agar perjalanan tidak berakhir dengan kecelakaan,” ujarnya.
Sebagai informasi, kabut asap tebal terpantau masih menyelimuti wilayah Sampit hingga Kamis pagi. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim pada pukul 07.00 WIB mencatat kondisi jarak pandang yang sangat ekstrem, yakni hanya sejauh lima meter dengan kecepatan angin nol kilometer per jam.