Raja Belanda Ikut Rayakan Poin Pertama Curacao di Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Staf dan pemain timnas Curacao rayakan hasil imbang melawan Ekuador dengan keluarga kerajaan Belanda pada Piala Dunia 2026. (Instagram/@thebluewaveffk)

Raja Belanda Ikut Rayakan Poin Pertama Curacao di Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Riza Aslam Khaeron • 22 June 2026 12:22

Jakarta: Raja dan Ratu Belanda, Willem-Alexander dan Ratu Maxima ikut merayakan poin perdana yang diraih Curacao di Piala Dunia 2026. Momen Willem berjoget bersama pemain Curacao di ruang ganti ramai jadi perbincangan publik.
 
Pada Sabtu, 20 Juni, pasangan kerajaan ini memulai hari dengan memberikan dukungan kepada tim nasional (timnas) Belanda yang mengalahkan Swedia di Houston. Setelahnya, terbang ke Kansas City untuk menyaksikan Curaçao mencatat sejarah dengan meraih poin pertama mereka di turnamen tersebut.

Dilansir dari New York Post yang meliput langsung perjalanan pasangan kerajaan itu, Raja Willem-Alexander menyatakan bahwa edisi Piala Dunia kali ini terasa sangat istimewa.

"Ini adalah Piala Dunia yang ekstra istimewa karena kami bisa ikut mendukung Belanda dan Curacao. Kesempatan besar untuk bersorak untuk si Biru dan si Oranye," ujar Willem-Alexander kepada RTL-TV seperti dikutip oleh New York Post.

Di Houston, Belanda melangkah lebih dekat ke babak gugur setelah meraih kemenangan telak 5-1 atas Swedia. Brian Brobbey dan Cody Gakpo masing-masing mencetak dua gol untuk membantu tim asuhan pelatih Ronald Koeman bangkit dari hasil imbang yang mengecewakan di laga pembuka dan naik ke puncak klasemen Grup F.

Belanda akan menyelesaikan babak grup melawan Tunisia di Kansas City pada Kamis mendatang.

Sementara itu, Curacao yang merupakan tim Piala Dunia terkecil dari segi populasi dan ukuran wilayah berhasil bangkit dari kekalahan telak 7-1 melawan Jerman dalam debut turnamen mereka pada Minggu lalu.

Dalam pertandingan melawan Ekuador di Kansas City, Curacao bermain imbang 0-0 dan meraih poin pertama sepanjang sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia.

Kiper Eloy Room menjadi pahlawan dengan melakukan 15 penyelamatan, hanya selisih satu penyelamatan dari rekor Piala Dunia.

Curacao Masih Menjadi Bagian dari Kerajaan Belanda


Raja Belanda menari di ruang ganti timnas Curacao. (Instagram/@thebluewaveffk)

Curacao adalah negara konstituen di dalam Kerajaan Belanda, sehingga Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima secara otomatis menjadi kepala negara bagi pulau kecil tersebut. '

Kerajaan Belanda sendiri terdiri atas empat negara: Belanda, Aruba, Curacao, dan Sint Maarten. Curacao menjadi negara otonom pada 10 Oktober 2010 berdasarkan hasil referendum tahun 2009, setelah Antillen Belanda dibubarkan.

Setelah pertandingan di Houston, pasangan kerajaan mengganti syal oranye terang khas Het Oranje Legioen yang mereka kenakan pada pertandingan pertama dengan syal biru terang untuk mendukung The Blue Wave, julukan tim Curacao.
 
Baca Juga:
Kejutan Berlanjut, Tanjung Verde Tahan Imbang 2-2 Uruguay

Pascahasil imbang melawan Ekuador, timnas Curacao merayakan poin pertama mereka yang diikuti keluarga kerajaan berjoget di ruang ganti tim. Gelandang Curacao, Tahith Chong, mengungkapkan kebahagiaannya atas kehadiran Raja dan Ratu.

"Ini luar biasa. Saya tahu sebelum pertandingan bahwa mereka akan datang ke pertandingan. Untuk memiliki mereka di pertandingan seperti ini ketika kami meraih poin pertama kami sepanjang sejarah sungguh luar biasa," ujar Chong seperti dikutip New York Post.

Pelatih Curacao yang berusia 78 tahun, Dick Advocaat, yang lahir dan besar di Belanda, juga memberikan pujian atas sikap keluarga kerajaan.

"Mereka tersenyum, mereka menari, tidak ada yang berlebihan bagi mereka, dan Anda dapat melihat betapa bahagianya mereka," kata Advocaat.

Curacao masih memiliki peluang untuk melaju setelah hasil imbang tersebut dan akan menyelesaikan pertandingan Grup E melawan Pantai Gading di Philadelphia pada hari Kamis, pada saat yang bersamaan dengan pertandingan Ekuador melawan Jerman di New York.

(Arga Sumantri)