Ustaz Das’ad Latif menyampaikan tausiah bertema “Syukur Itu Nikmat” dalam program Gaspoll Sahur di Metro TV, 22 Februari 2026. (Foto: Dok. Metro TV)
Syukur Itu Nikmat: Ustaz Das'ad Latif Tegaskan Iman sebagai Nikmat Tertinggi
Patrick Pinaria • 28 February 2026 21:45
Jakarta: Banyak orang mengukur nikmat dari harta, jabatan, dan popularitas. Namun, nikmat paling tinggi bukanlah kekayaan, melainkan iman yang menjaga manusia dari kehinaan.
Pesan penting ini disampaikan oleh Ustaz Das’ad Latif dalam tausiah Gaspoll Sahur di Metro TV, 22 Februari 2026, bertema "Syukur Itu Nikmat."
Dalam ceramahnya, Ustaz Das'ad Latif menegaskan bahwa nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia adalah iman. Ia mencontohkan sosok Fir'aun yang kaya, terkenal, dan memiliki kekuasaan, tetapi tidak memiliki iman sehingga berakhir dalam kehinaan. Sebaliknya, ia mengisahkan seorang budak bernama Mashita yang hanya tukang sisir, namun dimuliakan Allah karena imannya.
"Berarti nikmat yang paling besar adalah nikmat iman," ujar Ustaz Das'ad Latif.
Ramadan dihadirkan Allah untuk memperkuat dan mempertebal iman. Iman harus dipelihara dan dibina dengan memperbanyak amal saleh agar nikmat tersebut tetap terjaga.
Selain iman, ia juga menguraikan nikmat akal sehat dan kesehatan. Akal sehat memungkinkan manusia berpikir dan membedakan yang baik dan buruk. Sementara kesehatan, kata dia, sering kali baru terasa nilainya ketika seseorang jatuh sakit.
"Begitu sakit, satu saja yang diminta: sembuhkan saya," tuturnya.
Baca Juga :
Gaspoll Sahur - Demi Masa
Lebih lanjut Ustaz Das'ad Latif menjelaskan perbedaan antara sehat dan afiat. Sehat adalah kondisi fisik yang berfungsi baik, sedangkan afiat adalah ketika kesehatan itu digunakan untuk kebaikan, seperti mendengar ceramah dan menghadiri pengajian.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa nikmat Allah tidak terbatas pada harta dan jabatan. Anggota tubuh seperti mata, telinga, gigi, jari, hingga organ dalam merupakan nikmat yang tak ternilai.
"Kalau dihitung-hitung semua nikmat, tidak mampu kita hitung nikmat Allah," ujarnya.
Terkait cara mensyukuri nikmat, ia menekankan pentingnya salat. Salat disebutnya sebagai bentuk penghambaan dan kerendahan hati kepada Allah. Selain salat, bentuk syukur lainnya adalah bersedekah dan berkurban. Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba yang bersyukur, sementara kufur nikmat dapat menjauhkan seseorang dari rahmat-Nya.
Menutup tausiah, ia mengajak jamaah memanfaatkan Ramadan untuk memperkuat iman, memperbanyak ibadah, dan menjaga hubungan dengan Allah serta sesama manusia.