Warga Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengungsi di masjid akibat banjir, Rabu, 25 Februari 2026. Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin.
545 Warga Terdampak Banjir di Makassar Mengungsi
Muhammad Syawaluddin • 25 February 2026 21:12
Makassar: Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak beberapa hari terakhir membuat sejumlah daerah terendam banjir. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sekitar 545 warga kini mulai mengungsi.
"Sampai saat ini update-nya adalah ada 545 pengungsi atau 169 Kepala keluarga (KK)," kata Kapal BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 25 Februari 2026.
Sejauh ini, banjir di Kota Makassar memaksa sebagian warga mengungsi. Ratusan pengungsi tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Manggala, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, dan Tamalate.
"Lokasi pengungsian ada di Masjid Jabal Nur, Masjid Yudha Alfati, di Paccerakkang, Masjid Lailatur Qadar, dan lainnya yang tersebar di tempat lain-lain," ujarnya.
Dari lima kecamatan terdampak, jumlah pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya. Di Biringkanaya terdapat empat posko pengungsian, sementara di Manggala tersedia dua posko.
"Ada dua kecamatan (dengan debit air yang paling tinggi). Namun sebenarnya ada beberapa, tapi yang terdampak banjir paling tinggi itu ada dua kecamatan," tuturnya.
.jpg)
Ilustrasi banjir. Medcom.id
Debit air tertinggi tercatat di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai hingga 3 meter.
"Yang paling tinggi sekarang di wilayah Manggala, yang ketinggalan ada yang mencapai 3 meter di belakang. Berikut juga Biringkanaya," ungkapnya.
Data tersebut bisa bertambah mengingat peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memperkirakan Kota Makassar masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang dan lebat pada Kamis, 26 Februari 2026.