Imam Masjid di Utah Ditembaki usai Berbuka Puasa, Pelaku Masih Buron

Ilustrasi garis polisi. (Anadolu Agency Americas)

Imam Masjid di Utah Ditembaki usai Berbuka Puasa, Pelaku Masih Buron

Muhammad Reyhansyah • 25 February 2026 18:49

Utah: Seorang pria bertopeng melepaskan sejumlah tembakan ke arah seorang imam masjid di luar rumahnya di negara bagian Utah, Amerika Serikat (AS), menurut laporan otoritas dan media setempat pada Selasa, 24 Februari 2026.

Korban penembakan di wilayah Salt Lake City itu diketahui sebagai Shuaib Din, seorang imam yang memimpin Utah Islamic Center, masjid terbesar di negara bagian tersebut. Ia tidak mengalami luka, namun kendaraannya terkena beberapa peluru, demikian dilaporkan media setempat mengutip kepolisian.

Din mengatakan kepada surat kabar lokal bahwa seorang pria telah duduk di dalam mobil di luar rumahnya, sebelum kemudian melepaskan tembakan. Peristiwa terjadi saat korban hendak berangkat ke masjid untuk menunaikan salat usai berbuka puasa.

“Pelaku mengetahui rumah saya, mengetahui mobil saya, dan mengetahui jadwal saya,” kata Din, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 25 Februari 2026.

Menurut keterangan korban, dirinya baru saja berbuka puasa bersama keluarga di rumah yang berjarak sekitar dua menit dari masjid. Saat keluar dari garasi, pelaku yang mengenakan masker dan hoodie turun dari kendaraan lalu menembakkan beberapa peluru dan melarikan diri.

Setelah menghubungi layanan darurat 911, Din mencoba mencatat nomor pelat kendaraan tersangka. Ia mengatakan pelaku kemudian kembali, mendekati mobilnya, dan menembakkan sedikitnya delapan peluru tambahan.

Din menyebut peluru mengenai kursi depan dan belakang serta kaca depan mobil. Ia sempat mencoba mengejar tersangka, namun akhirnya menghentikan upaya tersebut.

Pelaku Masih Buron

Polisi menyatakan belum ada tersangka yang ditangkap. Aparat kemudian merilis gambar kendaraan yang diyakini milik pelaku, digambarkan sebagai mobil penumpang berwarna putih yang kemungkinan mengalami kerusakan atau memiliki bagian longgar di bawah bumper depan sisi penumpang.

Dalam pernyataannya, pihak Utah Islamic Center menyampaikan terima kasih kepada penegak hukum serta meminta publik tidak berspekulasi. Mereka juga menambahkan bahwa langkah pengamanan tambahan akan diterapkan di masjid.

Organisasi advokasi hak sipil Muslim terbesar di Amerika Serikat, Council on American-Islamic Relations, menawarkan hadiah sebesar 5.000 dolar AS bagi informasi yang mengarah pada penangkapan dan vonis pelaku. Organisasi tersebut juga menyerukan peningkatan perlindungan polisi bagi Din dan komunitas Muslim.

Wali Kota Sandy, Monica Zoltanski, mengatakan pejabat kota “sangat prihatin” atas insiden tersebut dan menekankan bahwa kejadian berlangsung pada Ramadan, bulan yang identik dengan puasa, doa, dan perenungan.

“Meski motifnya masih diselidiki, kita tidak bisa mengabaikan bahwa ini terjadi pada bulan suci Ramadan yang merupakan masa doa, refleksi, dan kedamaian bagi Muslim di seluruh dunia. Hal itu membuat peristiwa ini sangat meresahkan bagi komunitas kami,” kata Zoltanski bersama Dewan Kota dalam sebuah pernyataan.

Din mengatakan ia tidak mengetahui siapa pelaku penyerangan tersebut dan menduga insiden itu mungkin merupakan kejahatan bermotif kebencian. “Saya benar-benar terguncang,” pungkasnya.

Baca juga:  Imam Masjid di New Jersey Ditikam saat Pimpin Salat

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)