Calon Haji Madiun Diminta Patuhi Ketentuan Barang Bawaan di Pesawat

Ilustrasi - Sejumlah calon haji mengumpulkan koper di Kompi Angmor, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, 22 April 2026. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto

Calon Haji Madiun Diminta Patuhi Ketentuan Barang Bawaan di Pesawat

Silvana Febiari • 23 April 2026 20:12

Madiun: Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Madiun, Jawa Timur, mengingatkan calon jemaah haji untuk menjaga kedisiplinan. Mereka juga diminta mematuhi ketentuan mengenai barang bawaan dalam pesawat demi keselamatan penerbangan.

"Kami mengimbau jemaah untuk mematuhi seluruh ketentuan jelang keberangkatan, terutama terkait barang bawaan dan kesiapan fisik maupun mental," ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun Datik Ardiyah, dilansir dari Antara, Kamis, 23 April 2026. 

Pihaknya menyebut persiapan telah mencapai 100 persen. Masing-masing calon haji kini tinggal menyiapkan barang bawaan, baik koper besar maupun koper kecil. 
 


Adapun koper besar dijadwalkan dikumpulkan pukul 08.30 WIB hingga 11.00 WIB, Minggu, 26 April 2026. Ia menegaskan agar jemaah tidak memasukkan barang-barang terlarang ke dalam koper, seperti benda tajam serta cairan tertentu yang berpotensi mengandung gas.

"Cairan juga dibatasi maksimal 100 mililiter. Bahkan madu tidak diperbolehkan masuk ke dalam koper. Jemaah diminta benar-benar memperhatikan aturan ini agar tidak menimbulkan kendala saat pemeriksaan penerbangan," katanya.

Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk selalu membawa tas paspor. Hal ini berkaca dari pengalaman sebelumnya, di mana sejumlah jemaah kebingungan saat di bandara karena tas paspor justru dimasukkan ke dalam koper besar.

"Mohon tas paspor dipakai atau dibawa langsung. Jangan dimasukkan ke koper besar, karena akan menyulitkan saat proses pemeriksaan di bandara," ungkap dia.


Ilustrasi haji. Foto: Dok. Metrotvnews.com.


Tak hanya soal teknis, Datik juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan dan mempersiapkan diri secara mental. Pihaknya menyarankan agar jemaah tidak terlalu kelelahan akibat aktivitas menjelang keberangkatan, seperti menghadiri terlalu banyak acara "walimatus safar".

Lebih lanjut, terdapat sejumlah perubahan aturan yang juga perlu diperhatikan jemaah. Saat memasuki Asrama Haji Surabaya, jemaah tidak diperbolehkan membawa makanan dari daerah asal guna menghindari kejadian keracunan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Selain itu, pembagian kartu nusuk kini dilakukan saat di embarkasi Surabaya. Jemaah diimbau untuk segera memfoto kartu tersebut sebagai langkah antisipasi apabila kartu hilang.

Calon jemaah haji Kota Madiun yang berangkat tahun 2026 mencapai 227 orang yang tergabung dalam kloter 22. Mereka dijadwalkan masuk Embarkasi Surabaya pada 27 April 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)