Topan Noul mendarat di Guangdong, Tingkok selatan, memicu evakuasi lebih dari 340.000 warga. (Xinhua)
Topan Noul Hantam Tiongkok Selatan, Lebih dari 340.000 Warga Dievakuasi
Willy Haryono • 26 July 2026 13:14
Beijing: Topan Noul mendarat di pesisir Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, pada Minggu, 26 Juli 2026, dengan membawa angin kencang dan hujan deras yang memicu evakuasi ratusan ribu warga serta mengganggu aktivitas transportasi di kawasan tersebut, termasuk di Hong Kong.
Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok menyatakan Topan Noul mendarat di pesisir Kabupaten Huidong, Kota Huizhou, Provinsi Guangdong, sekitar pukul 03.50 waktu setempat.
Observatorium Hong Kong melaporkan Topan Noul membawa angin berkecepatan maksimum hingga 145 kilometer per jam di sekitar pusat badai. Badai tersebut diperkirakan terus bergerak ke daratan Guangdong dan secara bertahap melemah, namun masih berpotensi memicu angin kencang dan hujan deras di sejumlah wilayah.
Media pemerintah Tiongkok, CCTV, melaporkan lebih dari 340.000 warga telah dievakuasi hingga Sabtu sore sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak topan.
Layanan kereta api di Provinsi Guangdong juga dibatalkan pada Minggu, sementara Pusat Meteorologi Nasional memperingatkan bahwa sebagian wilayah Guangdong selatan dan Fujian tenggara masih berpotensi diguyur hujan deras disertai angin kencang sepanjang akhir pekan.
Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di Hong Kong. Data Bandara Internasional Hong Kong menunjukkan lebih dari 150 penerbangan dibatalkan pada Sabtu dan Minggu akibat Topan Noul.
Selain itu, sebagian struktur perancah pada sebuah gedung bertingkat di Hong Kong dilaporkan roboh pada Sabtu sore. Kepolisian setempat menyatakan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Sementara itu, Administrasi Cuaca Pusat Taiwan melaporkan Topan Noul membawa hujan ke sejumlah wilayah selatan dan timur Taiwan saat melintas di perairan selatan pulau tersebut sebelum bergerak menjauh.
Topan Noul menjadi badai ketiga yang menghantam Tiongkok sepanjang Juli. Sebelumnya, Topan Bavi menerjang Tiongkok timur pada 11 Juli dan memaksa lebih dari dua juta warga mengungsi. Beberapa hari sebelumnya, Topan Maysak juga mendarat di wilayah selatan Tiongkok pada 3 Juli.
Baca juga: Topan Noul Dekati Tiongkok, Batalkan Lebih dari 150 Penerbangan di Hong Kong