Menlu Sugiono Dorong Optimalisasi Kemitraan ASEAN-Jepang bagi Penguatan Ketahanan Kawasan

Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam pertemuan ASEAN-Jepang di Manila, Filipina. Foto: Kemlu RI

Menlu Sugiono Dorong Optimalisasi Kemitraan ASEAN-Jepang bagi Penguatan Ketahanan Kawasan

Muhammad Reyhansyah • 23 July 2026 21:58

Manila: Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong ASEAN dan Jepang mengoptimalkan kemitraan strategis guna memperkuat ketahanan kawasan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam Pertemuan ASEAN-Japan Post-Ministerial Conference di Manila, Filipina, Rabu, 22 Juli 2026. 

Dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri RI Menlu Sugiono mengatakan kerja sama kedua pihak perlu diarahkan pada investasi berkualitas, pembangunan infrastruktur yang tangguh, energi bersih, pengembangan sumber daya manusia, serta keamanan maritim.

"Kemitraan ASEAN-Jepang harus memiliki arah yang jelas dan menghasilkan kerja sama konkret bagi perdamaian, ketahanan, dan kemakmuran kawasan," ujar Menlu Sugiono.

Indonesia juga menyambut penguatan sinergi antara ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dan Free and Open Indo-Pacific (FOIP) Jepang agar dapat diwujudkan melalui berbagai kerja sama konkret dengan tetap menjunjung Sentralitas ASEAN.

Dukungan Jepang terhadap AOIP, menurut Menlu Sugiono, telah tercermin dalam Pernyataan Bersama yang diadopsi pada Oktober tahun lalu serta kontribusi tambahan bagi pelaksanaan berbagai program bertema AOIP.

Menlu Sugiono menekankan pentingnya menjaga jalur laut yang aman dan terbuka untuk menjamin kelancaran distribusi energi, pangan, perdagangan, dan rantai pasok di kawasan.

"Kerja sama maritim harus tetap menjadi pilar utama kemitraan ASEAN-Jepang, melalui penguatan kapasitas, konektivitas, dan maritime domain awareness," tegas Menlu Sugiono.

Di bidang ekonomi dan energi, Indonesia mendorong optimalisasi Asia Zero Emission Community (AZEC) dan Partnership on Wide Energy and Resources Resilience Asia guna mendukung transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi kawasan. Selain itu, pemanfaatan kerangka AJCEP, RCEP, dan ASEAN Plus Three dinilai perlu terus ditingkatkan untuk menjaga kelancaran perdagangan, investasi, serta membuka peluang baru bagi dunia industri.

Menlu Sugiono juga menyoroti pentingnya kontribusi ASEAN dan Jepang dalam mendukung pemulihan serta pembangunan Palestina melalui Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD).

"Bagi Indonesia, Palestina bukan hanya persoalan kemanusiaan. Ini adalah persoalan keadilan, martabat, dan hak rakyat Palestina untuk membangun kembali masa depannya," kata Sugiono.

Ia menambahkan CEAPAD harus mampu mengubah solidaritas menjadi langkah nyata dalam mendukung pemulihan dan pembangunan jangka panjang bagi rakyat Palestina.

Menlu Sugiono menegaskan ASEAN dan Jepang memiliki kekuatan yang saling melengkapi sehingga kemitraan kedua pihak dapat semakin tangguh dalam menjaga perdamaian dan kemakmuran kawasan.

(Fajar Nugraha)