Ilustrasi, tabung gas CNG. Foto: Freepik.
Kementerian ESDM Susun Skema Distribusi CNG 3 Kg, Warga Tak Perlu Beli Tabung!
Husen Miftahudin • 21 May 2026 12:20
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyusun skema distribusi compressed natural gas (CNG) ukuran 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Dalam skema tersebut, masyarakat tidak diwajibkan membeli tabung CNG.
"Tabung milik badan usaha, supplier gasnya. Jadi, skema yang sedang dibuat sekarang masyarakat tidak diharuskan beli tabung. Tabungnya pinjam," jelas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika ditemui di sela IPA Convex di Tangerang, Banten, dikutip dari Antara, Kamis, 21 Mei 2026.
Nantinya, lanjut dia, akan ada batasan tabung CNG 3 kg yang dialokasikan per rumah. Ketika gas sudah habis, masyarakat bisa melakukan penukaran tabung sebagaimana pola distribusi LPG.
Dalam kesempatan tersebut, Laode menyampaikan hingga tiga bulan ke depan, pemerintah fokus mencari tabung CNG 3 kg yang sudah teruji aspek keamanannya. "Tetapi, untuk proses pengujiannya ini butuh tabung yang riil. Untuk bisa mendapatkan tabung yang riil, minimum kita harus pesan itu 100 ribu," ucap Laode.
Oleh karena itu, dalam masa pengujian ini, calon badan usaha CNG 3 kg mengimpor 100 ribu tabung dari Tiongkok. Laode menegaskan bukan pemerintah yang membeli tabung CNG, melainkan calon badan usaha.
"Ini yang melakukan (impor) calon badan usahanya, ya. Bukan kami (Kementerian ESDM). Mereka yang sedang berproses sekarang," kata Laode.
Ketika aspek keamanannya sudah terpenuhi, sudah bisa melalui uji kelayakan sehingga mendapatkan jaminan SNI (Standar Nasional Indonesia), barulah pemerintah akan melakukan piloting atau implementasi awal penggunaan CNG 3 kg.
Implementasi awal akan berlangsung di kota-kota besar Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. "Bisa saja (implementasi awalnya) akhir-akhir tahun ini," aku Laode.
| Baca juga: Menteri ESDM: CNG 3 Kg Masih Dalam Tahap Uji Coba di Tiongkok dan RI |
.jpeg)
(Gas elpiji tiga kg di pangkalan resmi. Foto: dok Pertamina Patra Niaga Regional JBB)
Uji coba dilakukan di Tiongkok dan Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut uji coba untuk CNG ukuran 3 kilogram dilakukan di Tiongkok dan Indonesia.
Ia mengatakan pemerintah terus mengkaji penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram guna mengurangi ketergantungan impor energi. Oleh karena itu, uji coba akan terus dilakukan.
CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 kg hingga 20 kg.
Uji coba ini dilakukan untuk mengembangkan tabung CNG berukuran kecil setara LPG 3 kilogram. Menurut Bahlil, tantangan utama dalam uji coba adalah aspek teknis karena tekanan gas CNG jauh lebih tinggi, yakni sekitar 200 bar hingga 250 bar.
CNG memiliki keunggulan karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri, termasuk sumber gas alam yang melimpah. Pemerintah juga menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk kebutuhan domestik.