Hewan kurban. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.
Hewan Kurban di Papua Barat Daya Dipastikan Bebas Penyakit Menular
Silvana Febiari • 19 May 2026 17:49
Sorong: Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memastikan hewan kurban yang diperdagangkan menjelang Hari Raya Iduladha dalam kondisi sehat. Hewan-hewan tersebut bebas dari penyakit menular strategis.
Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi Papua Barat Daya Firdiana Krisnaningsih mengatakan hingga saat ini belum ditemukan penyakit hewan menular strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun bruselosis.
“Untuk penyakit nasional seperti PMK dan bruselosis belum ditemukan, semoga tetap aman,” ujarnya, dilansir dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut dia, pemerintah daerah terus memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban menjelang Iduladha guna memastikan kesehatan hewan yang masuk maupun keluar Papua Barat Daya. Pengawasan tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2023 tentang Pengawasan Lalu Lintas Hewan di Wilayah Republik Indonesia.
Dia mengatakan, sistem pengawasan kini dilakukan secara digital melalui aplikasi khusus yang wajib digunakan oleh pengguna jasa, baik pihak yang memasukkan maupun mengeluarkan hewan kurban. Dalam proses pemasukan hewan antarprovinsi, terdapat sejumlah dokumen wajib yang harus dipenuhi, seperti surat rekomendasi dan sertifikat veteriner.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, kata dia, juga berkoordinasi dengan Badan Karantina untuk memperkuat pengawasan pemasukan dan pengeluaran hewan kurban. Sementara pemeriksaan kesehatan hewan kurban di kabupaten dan kota di Papua Barat Daya telah dilakukan oleh dokter hewan dan tenaga medis veteriner.
Meski belum ditemukan penyakit menular strategis, petugas masih menemukan beberapa kasus ringan seperti cacingan dan penyakit kulit pada sejumlah hewan kurban.

Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi Papua Barat Daya, Firdiana Krisnaningsih. (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Barat Daya dr. I Wayan Kartanegara, mengatakan lalu lintas pemasukan sapi kurban ke Papua Barat Daya hingga kini telah berlangsung sekitar enam kali pengiriman secara bertahap.
“Kurang lebih sudah ada 150 ekor yang masuk,” ucapnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar sapi kurban tersebut didatangkan dari Seram, Maluku, untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di Papua Barat Daya. Menurut dia, tim karantina melakukan pengawasan sejak hewan tiba di pintu masuk hingga ke instalasi karantina untuk pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan meliputi pengecekan dokumen, pengamatan kondisi hewan selama satu hari, hingga pengambilan sampel darah apabila diperlukan untuk memastikan sapi benar-benar sehat.