RI Didorong Rumuskan Strategi Kekuatan Menengah untuk Hadapi Transformasi Global

Pendiri FPCI Dino Patti Djalal saat membuka Middle Powers Conference di Jakarta, Selasa, 14 April 2026. (Metrotvnews.com / Kelvin Yurcel)

RI Didorong Rumuskan Strategi Kekuatan Menengah untuk Hadapi Transformasi Global

Willy Haryono • 14 April 2026 13:07

Jakarta: Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk memiliki strategi kekuatan menengah (middle power strategy) yang jelas dalam menghadapi transformasi tatanan dunia global.

Hal tersebut disampaikan Dino dalam pembukaan Middle Powers Conference 2026 yang dihadiri diplomat dan tamu mancanegara di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Menurut Dino, fenomena kekuatan menengah kini menjadi tren nyata dalam hubungan internasional. Sekitar 20 negara dengan kapasitas dan ambisi tertentu dinilai mampu memainkan peran yang melampaui bobot aslinya, dan Indonesia termasuk dalam kelompok tersebut.

“Indonesia jelas merupakan kekuatan menengah saat ini. Sangat penting bagi kita untuk mengembangkan strategi yang memahami misi, aset, dan posisi kita dalam tatanan dunia yang terus berkembang,” ujarnya.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu menilai strategi tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Ia juga mendorong pemerintah untuk lebih proaktif membangun koalisi dengan negara-negara kekuatan menengah lainnya, baik dari kawasan Utara maupun Selatan.

Dino mencontohkan dinamika konflik Amerika Serikat dan Iran sebagai bukti meningkatnya peran negara-negara kekuatan menengah. Ia menyoroti posisi Pakistan sebagai mediator, serta Arab Saudi yang dinilai memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan arah perdamaian.

Dalam dua tahun terakhir, FPCI mencatat peningkatan hubungan bilateral Indonesia dengan sejumlah negara kekuatan menengah, seperti Australia, Prancis, India, Korea Selatan, dan Turki.

Dino menegaskan, penguatan hubungan tersebut perlu dikelola secara strategis agar Indonesia dapat berperan lebih besar dalam membentuk tatanan dunia ke depan.

“Kita harus menentukan mitra mana yang perlu diajak bekerja sama lebih erat dan membangun koalisi yang efektif,” tegasnya. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Kebijakan Luar Negeri RI 2026, Perlu Perkuat Ketahanan dan Kurangi Ketergantungan Global

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)