Kunjungan Presiden ke AS Tegaskan Peran Indonesia dalam Ekonomi dan Perdamaian

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). (ANTARA/HO-YouTube Gedung Putih)

Kunjungan Presiden ke AS Tegaskan Peran Indonesia dalam Ekonomi dan Perdamaian

Deny Irwanto • 20 February 2026 05:01

Jakarta: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat dinilai menjadi langkah diplomatik yang memperkuat posisi Indonesia di panggung global. Agenda penandatanganan kontrak dagang Indonesia–AS serta partisipasi dalam KTT perdana Board of Peace dipandang sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama ekonomi sekaligus menegaskan komitmen terhadap perdamaian dunia.

Pengamat hubungan internasional, Subhan Yusuf, menilai kunjungan tersebut membawa nilai strategis bagi kepentingan nasional. Ia melihat kesepakatan dagang yang dicapai membuka peluang baru bagi penguatan ekspor dan investasi Indonesia, meskipun tetap dalam kerangka persaingan global yang dinamis.

"Hal ini akan membuka akses pasar lebih luas bagi ekspor Indonesia, dan mendorong investasi di sektor hilirisasi, energi bersih, dan industri strategis," kata Subhan dalam keterangan pers dikutip Kamis, 19 Februari 2026.

Alumni Colegium Civitas Polandia ini menjelaskan pendekatan yang diambil Indonesia mencerminkan konsistensi politik luar negeri bebas-aktif. Kerja sama dengan Amerika Serikat dinilai tidak mengurangi hubungan dengan negara lain, melainkan memperluas opsi strategis di tengah perubahan geopolitik.

"Indonesia sedang memperluas opsi, bukan mempersempit pilihan. Hubungan kuat dengan AS tidak berarti menjauh dari Tiongkok. Terlebih keterlibatan kita di ASEAN dan G-20 akan memperkuat status Indonesia sebagai kekuatan menengah yang berpengaruh," jelasnya.

Presiden Prabowo Subianto dalam Forum Bisnis dengan US Chamber of Commerce di Washington D.C., Amerika Serikat. Foto: ANTARA/HO-Tim Media Presiden.


Selain aspek ekonomi, kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT Board of Peace dinilai mempertegas peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian, termasuk dukungan terhadap Palestina dan rekonstruksi Gaza. Partisipasi ini disebut sejalan dengan amanat konstitusi untuk turut menjaga ketertiban dunia.

"Dalam konteks rekonstruksi Gaza, Indonesia tidak menempatkan diri sebagai pengamat pasif. Presiden Prabowo Subianto memilih strategi diplomasi inklusif, yakni tampil dengan sikap ketimuran yang khas, bersahabat ke segala arah tanpa kehilangan kendali pada posisi normatifnya," ungkapnya.

Subhan menambahkan kehadiran Indonesia dalam forum internasional tersebut menunjukkan kesinambungan sikap politik luar negeri yang telah dibangun sejak awal kemerdekaan.

Kunjungan ini dipandang sebagai momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif membangun kerja sama ekonomi sekaligus berkontribusi dalam upaya perdamaian global.

"Kehadiran Indonesia bukan sekadar simbolik, tetapi bagian dari konsistensi sejarah dan posisi moral Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)