Pertumbuhan Pasar Otomotif Indonesia Masih Bergairah

Ilustrasi. Foto: dok Dyandra Promosindo.

Pertumbuhan Pasar Otomotif Indonesia Masih Bergairah

Husen Miftahudin • 16 February 2026 07:56

Jakarta: Anggapan pasar otomotif Indonesia yang tengah mengalami kelesuan imbas turunnya daya beli masyarakat, terbantahkan lewat gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Salah satunya ditunjukkan oleh distributor pelumas, PT Motul Indonesia Energy (MIE).
 
Motul Indonesia mengombinasikan standar produk global (API SQ) dan strategi pemasaran berbasis komunitas. Perusahaan tidak hanya mengincar volume penjualan jangka pendek, tetapi juga memperkokoh loyalitas pelanggan (customer loyalty) dalam ekosistem otomotif masa depan.
 
"Tekanan pada industri saat ini bukan hanya soal performa mekanis, melainkan bagaimana pelumas mampu mendukung aspek ekonomi kendaraan, seperti efisiensi bahan bakar dan perlindungan jangka panjang komponen," kata Direktur Pengelola Motul Indonesia Energy Welmart Purba seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 16 Februari 2026.
 
Welmart menjelaskan, salah satu indikator keberhasilan pemasaran Motul di IIMS 2026 adalah fenomena 'Laris Manis' pada lini merchandise eksklusif. Dengan merilis apparel edisi terbatas dan hasil kolaborasi, Motul melakukan diversifikasi pendapatan sekaligus memperluas brand visibility di luar produk oli.
 
Konsumen yang mengenakan apparel Motul secara tidak langsung memperkuat brand awareness secara organik di ruang publik. Keikutsertaan Motul dinilai bukan sekadar peluncuran produk, melainkan pendekatan interaktif untuk membangun kedekatan emosional dengan konsumen.
 
"Evolusi teknologi mesin menuntut pelumas yang berevolusi, dan Motul hadir sebagai mitra strategis bagi pemilik kendaraan," tegas Welmart.
 

Baca juga: Pembiayaan Otomotif Diyakini Bisa Genjot Pertumbuhan Ekonomi


(Booth Motul Indonesia di IIMS 2026. Foto: dok Motul Indonesia)
 

Industri pelumas pede bisa terus bertumbuh

 
Di IIMS 2026 Kemayoran, jadi ajang perusahaan pelumas atur strategi pemaaran. Pasar aftermarket otomotif nasional mencatat pergeseran standar teknis yang signifikan seiring dengan tuntutan efisiensi mesin kendaraan yang kian ketat.
 
Kehadiran standar API SQ yang diperkenalkan dalam IIMS 2026 diprediksi akan menjadi tolok ukur baru bagi pemain pelumas lainnya dalam periode mendatang.
 
Kesuksesan penetrasi pasar di pameran ini mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap daya beli masyarakat di sektor perawatan kendaraan. Dengan pendekatan yang memadukan inovasi produk dan interaksi langsung, industri pelumas optimistis dapat terus bertumbuh selaras dengan perkembangan teknologi mesin di Indonesia.
 
Dalam perspektif ekonomi makro otomotif, tren mesin downsizing dan turbocharged menuntut spesifikasi pelumas yang lebih presisi. Motul memperbarui lini produk andalannya,termasuk Multigrade Plus, Multipower Plus, H-Tech 100 Plus, NGEN Hybrid, hingga seri ikonik 300V ke standar API SQ.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)