Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Sebut Iran Belum Siap Buat Kesepakatan, AS Perketat Tekanan Ekonomi
Willy Haryono • 22 August 2026 08:48
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran belum siap membuat kesepakatan yang tepat dengan Washington di tengah meningkatnya tekanan ekonomi AS terhadap Teheran.
"Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi menurut saya mereka belum siap membuat kesepakatan yang tepat," kata Trump kepada wartawan sebelum menaiki Air Force One menuju South Carolina pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Trump mengatakan peningkatan tekanan ekonomi terhadap Iran bukan berarti AS telah kehilangan opsi militer. Menurut dia, Washington kini ingin melihat dampak tekanan tersebut terhadap perekonomian Iran yang telah tertekan akibat perang yang berlangsung hampir enam bulan.
"Mereka tidak punya uang, mereka tidak punya angkatan laut, mereka tidak punya angkatan udara, mereka tidak membayar tentara mereka, mereka tidak membayar polisi mereka," ujar Trump, seperti dilansir dari Anadolu Agency.
Ia juga mengklaim Iran mengalami inflasi hingga 350 persen akibat konflik berkepanjangan ini.
Trump turut mengatakan AS memiliki "kendali penuh" atas kawasan di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.
Namun, kondisi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz masih jauh di bawah tingkat sebelum perang. Risiko keamanan dan serangkaian serangan terhadap kapal komersial membuat perusahaan pelayaran tetap menghindari jalur tersebut.
Lalu Lintas Selat Hormuz
Data yang dikutip CBS News dari United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menunjukkan lalu lintas kapal di selat tersebut hanya sekitar 4 persen dari rata-rata sebelum konflik pada awal Agustus. UKMTO juga masih menilai risiko terhadap pelaut di kawasan tersebut berada pada tingkat serius.Sebelumnya, AS dan Iran mencapai sebuah memorandum of understanding (MOU) pada Juni yang menjadi kerangka untuk menghentikan permusuhan dan melanjutkan pembicaraan menuju kesepakatan yang lebih luas. Kesepakatan tersebut juga mencakup upaya untuk memulihkan pelayaran melalui Selat Hormuz.
Namun, kerangka tersebut kemudian gagal menghasilkan kesepakatan komprehensif setelah kedua pihak berselisih mengenai pelaksanaannya, termasuk persoalan sanksi AS, blokade terhadap Iran, serta pengaturan pelayaran di Selat Hormuz. Tenggat waktu 60 hari yang ditetapkan dalam kerangka tersebut berakhir tanpa kemajuan berarti.
Konflik AS-Iran bermula pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Teheran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah target di Israel serta pangkalan militer AS di kawasan.
Kini, Washington meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran. Trump sebelumnya juga mengancam negara-negara yang tetap melakukan perdagangan dengan Iran dengan konsekuensi ekonomi yang berat. Langkah tersebut turut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak.
Baca juga: Trump Ancam Sanksi Ekonomi ke Negara yang Membantu Iran