Pertamina Patra Niaga Pastikan Pelayanan Energi di NTT Tetap Berjalan

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Pertamina Patra Niaga Pastikan Pelayanan Energi di NTT Tetap Berjalan

Eko Nordiansyah • 20 August 2026 16:35

Ruteng: Pertamina Patra Niaga memastikan pelayanan energi tetap berjalan berkat dedikasi para pekerja di lapangan pascagempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Operator SPBU hingga Awak Mobil Tangki (AMT) terus menjalankan tugas memastikan BBM tersedia bagi masyarakat, termasuk untuk mendukung kendaraan penanganan bencana dan distribusi bantuan. 

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengungkap keberlangsungan pelayanan energi di wilayah terdampak tidak terlepas dari dedikasi para pekerja yang tetap menjalankan tugas di lapangan, meski sebagian dari mereka dan keluarganya juga merasakan dampak gempa.

"Kami mengapresiasi seluruh operator SPBU, Awak Mobil Tangki, dan Perwira yang tetap hadir melayani masyarakat dalam situasi yang tidak mudah,” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Agustus 2026.

Selama masa pemulihan, Pertamina Patra Niaga turut mengerahkan perbantuan mobil tangki dari Integrated Terminal Bima untuk mendukung distribusi BBM ke wilayah terdampak. Dukungan tersebut membantu pelayanan SPBU tetap berjalan seiring dengan pemulihan sarana dan akses distribusi pascagempa.

"Sebagian dari mereka juga turut terdampak dan memiliki keluarga yang masih berada di pengungsian, namun tetap menjalankan tugas agar BBM tersedia serta kebutuhan penanganan bencana dapat terus berjalan. Dedikasi mereka menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan di NTT," ungkap Kitty.


(Salah satu SPBU di NTT. Foto: Dok Pertamina Patra Niaga)

Menjaga denyut energi di NTT

Para petugas menjadi penjaga denyut energi NTT, meski sebagian turut merasakan langsung dampak bencana. Salah satunya operator SPBU 54.865.01 Mena Ruteng Fergilus Edy tetap menuju SPBU untuk menjalankan tugasnya meskipun saat gempa terjadi sekitar pukul 06.00 WITA, Fergilus masih berada di rumah bersama keluarganya.

“Kami tetap buka dan melayani masyarakat. Ambulans, kendaraan untuk penanggulangan bencana, sampai kendaraan yang membawa sembako ke desa-desa kami prioritaskan. Memang sampai sekarang masih ada guncangan, jadi kami harus tetap waspada. Yang penting bagi kami, masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan dan kami layani dengan tulus,” ujar Fergilus.

Cerita lain datang dari Hendrikus Nuba, Awak Mobil Tangki yang turut menjaga perjalanan pasokan BBM menuju wilayah Manggarai. Hendrikus sendiri merupakan warga Reo dan ikut merasakan dampak gempa. 

Hingga saat ini, keluarganya masih berada di lokasi pengungsian karena gempa susulan masih terjadi. Dalam kondisi tersebut, Hendrikus tetap menjalankan penugasan membawa BBM untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Keluarga sampai sekarang aman, tetapi masih berada di tempat pengungsian. Sebagai AMT, ini sudah menjadi kewajiban kami untuk tetap melayani masyarakat apa pun kondisinya. Kami ingin masyarakat di Manggarai tidak kesulitan mendapatkan BBM,” ucap Hendrikus.

Hendrikus menambahkan, perjalanan distribusi BBM juga sempat menghadapi tantangan akibat kondisi jalan pascagempa. “Selama perjalanan memang sempat ada longsor dan bebatuan jatuh di daerah Cibal, tetapi sudah bisa dilewati dengan aman. Mudah-mudahan dengan pasokan yang terus sampai, semuanya bisa kembali normal,” lanjut dia.

(Eko Nordiansyah)