Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan MPR 2026. Foto: Tangkapan layar TV Parlemen.
Presiden Prabowo: Pembenahan Dongkrak Keuntungan Sejumlah BUMN di Semester I 2026
Eko Nordiansyah • 14 August 2026 11:20
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap BUMN. Haslinya, sejumlah BUMN mencapat kenaikan keuntungan yang luar biasa sampai semester I 2026.
Pertama, keuntungan bersih PT Timah pada semester I 2026 naik 804,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan valuasi PT Timah tercatat naik 280 persen pada Agustus 2026 dibandingkan dengan Agustus tahun lalu.
"Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9 persen," ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan Presiden di Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Selian itu untung bersih PT Pupuk Indonesia juga tercatat naik 252,8 persen pada periode yang sama. Untung bersih PT Pertamina juga naik 86 persen, PT Pegadaian naik 84,4 persen, Pelindo naik 60,4 persen, dan PTPN naik 54,4 persen.
Kinerja Garuda Indonesia membaik
Presiden menjelaskan, Garuda Indonesia juga telah berhasil me-reaktivasi pesawat-pesawat yang digrounded. Hingga Juni 2026, total pesawat yang berhasil dilakukan reaktivasi bertambah sebanyak 20 pesawat, menjadi 104 pesawat."Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung. Kalau tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini (Garuda Indonesia) sudah untung, kita sekarang berharap di awal 2027 mereka sudah untung," kata dia.

Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan MPR 2026. Foto: Tangkapan layar TV Parlemen.
Selain itu, Prabowo menyampaikan pemerintah telah mengoreksi keuntungan BUMN pada 2024 menjadi Rp186 triliun dengan dividen sebesar Rp85,5 triliun. Dengan perbaikan yang dikerjakan, keuntungan dan dividen BUMN tercatat meningkat signifikan.
"Karena perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan, pada tahun 2025, keuntungan BUMN mencapai Rp326 triliun, naik 75,3 persen persen dari 2024. Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka," ujarnya.