Presiden Prabowo Subianto paparkan Nota Keuangan RAPBN 2027. Foto: TV Parlemen
Presiden Prabowo Ungkap Kepercayaan Lembaga Internasional terhadap Fundamental Ekonomi Indonesia
Husen Miftahudin • 14 August 2026 16:02
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah penilaian lembaga pemeringkat internasional terhadap perekonomian Indonesia. Menurut Kepala Negara, penilaian tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
"Dunia melihat dan memantau sikap kita. Pada 13 Juli 2026, salah satu rating agency internasional, S&P, mempertahankan peringkat kredit Indonesia BBB dengan outlook stabil. Ini pengakuan dunia terhadap kokohnya perekonomian Indonesia. Dan Indonesia tetap berada pada kategori investment grade," kata Prabowo saat penyampaian RAPBN 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
"S&P bahkan menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kokoh, kebijakan makroekonomi yang secara umum berhati-hati, serta beban utang yang relatif prudent dan sustainable dibandingkan dengan negara-negara setara. Ini penilaian mereka terhadap kita," jelas Presiden.
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar.
Selain itu, S&P menilai upaya pemerintah memusatkan pengelolaan sumber daya alam dan menutup kebocoran di sektor sumber daya mineral dapat meningkatkan penerimaan negara serta devisa ekspor.
"Mereka juga menilai bahwa upaya pemerintah memusatkan pengelolaan sumber daya alam kita dan menutup kebocoran di sektor sumber daya mineral dapat meningkatkan penerimaan negara serta devisa ekspor," ungkap Presiden.
Presiden juga menyampaikan, S&P turut memberikan penilaian positif terhadap peran Danantara dan potensi PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dalam menangani praktik under invoicing dan transfer pricing.
"Mereka secara khusus menilai positif peran Danantara dan potensi PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) dalam memberantas praktik-praktik under invoicing dan transfer pricing yang sesungguhnya adalah praktik penipuan," tutur Prabowo.
Sabet peringkat AAA untuk Panda Bonds RI
Selain S&P, Prabowo menyebut lembaga pemeringkat asal Tiongkok, China Lianhe Rating, memberikan peringkat AAA dengan outlook stabil dalam penerbitan Panda Bonds Republik Indonesia.
"Dari timur, lembaga rating Republik Rakyat Tiongkok, China Lianhe Rating, justru memberi rating AAA stable, yang merupakan level tertinggi dalam penerbitan Panda Bonds Republik Indonesia," kata Presiden.
Menurut Prabowo, China Lianhe Rating menilai fundamental ekonomi Indonesia solid. Kebijakan pemerintah juga dinilai efektif, sementara perekonomian Indonesia dianggap mampu menghadapi guncangan eksternal dan menjaga inflasi tetap terkendali.
"Mereka menilai fundamental ekonomi Indonesia solid, kebijakan pemerintah kita efektif, ekonomi kita tahan terhadap guncangan eksternal, dan inflasi kita terkendali," ujar Prabowo.