Banjir di Solo dan Bandung Dipicu Dampak Tidak Langsung Bibit Siklon 92S

Ilustrasi - Banjir menggenangi ruas jalan di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, Selasa, 14 April 2026. ANTARA/HO-BPBD Muara Enim

Banjir di Solo dan Bandung Dipicu Dampak Tidak Langsung Bibit Siklon 92S

Silvana Febiari • 16 April 2026 10:29

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap banjir yang melanda Kota Solo/Surakarta, Jawa Tengah, dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat dipicu tingginya intensitas hujan. Kondisi tersebut merupakan dampak tidak langsung dari masih eksisnya Bibit Siklon Tropis 92S.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan, meskipun posisi bibit siklon di barat daya Sumatra tersebut mulai menjauhi Indonesia, namun dampaknya masih memicu cuaca ekstrem di wilayah Sumatra bagian selatan hingga Jawa.

"Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua-tiga hari ke depan," kata dia, dilansir dari Antara, Kamis, 16 April 2026. 
 


Di Kota Surakarta (Solo), banjir melanda pada Selasa malam, 14 April 2026, pukul 21.42 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Solo Raya. Sampai Rabu petang, 15 April 2026 tercatat sebanyak 1.083 kepala keluarga (KK) terdampak yang tersebar di 12 kelurahan, termasuk Kelurahan Pajang, Kedung Lumbu, dan Tipes.

Selain genangan air, bencana tersebut mengakibatkan talud longsor di Kelurahan Pajang. Sejumlah warga dilaporkan sempat mengungsi ke masjid, sekolah, dan balai warga.

Sementara di Kabupaten Bandung, Jawa Barat banjir dipicu hujan lebat dan jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah pada periode yang sama. Bencana ini berdampak pada dua kecamatan, yakni Majalaya dan Bojongsoang.

Data sementara di Kabupaten Bandung mencatat 95 KK atau sekitar 250 jiwa terdampak. Hingga Rabu, wilayah Majalaya sudah surut total, namun di Kecamatan Bojongsoang tinggi muka air masih berkisar antara 10-150 centimeter.


Banjir melanda Kota Solo. Foto: dok.Basarnas Solo.


Untuk penanganan di Kota Surakarta petugas gabungan BPBD kota setempat telah menyalurkan bantuan logistik berupa matras, sembako, serta mendirikan dapur umum.

Di Kabupaten Bandung, petugas gabungan bersama warga saat ini masih melakukan asesmen dan pembersihan material lumpur secara gotong royong. Wilayah tersebut kini masih berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi sesuai keputusan pemerintah daerah setempat.

BNPB mengingatkan sebagaimana laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Sumatra bagian tengah, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jakarta, hingga Jawa Tengah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi risiko bencana hidrometeorologi susulan dalam beberapa hari ke depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)