Kementerian PU akan Bangun 12,65 Km Jalan di Banda Neira

Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau Bandara Bandaneira di Kepulauan Banda. Dok. Kementerian PU

Kementerian PU akan Bangun 12,65 Km Jalan di Banda Neira

Achmad Zulfikar Fazli • 12 July 2026 09:36

Ambon: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan peningkatan infrastruktur jalan di Banda Neira, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, sepanjang 12,65 kilometer melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026. Penanganan ini dilaksanakan berdasarkan Rencana Induk (Masterplan) pengembangan dan Penataan Kawasan Banda Neira dan Sekitarnya pada 2025-2045 dari Kementerian PPN/Bappenas.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan program IJD dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi. Melalui kebijakan ini, pemerintah pusat mendukung percepatan penanganan jalan daerah yang diusulkan pemerintah daerah, khususnya pada ruas-ruas strategis yang terkendala keterbatasan anggaran.

“Program Inpres Jalan Daerah ini bertujuan meningkatkan kemantapan dan konektivitas jalan daerah, sehingga dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, membuka akses menuju kawasan produksi pangan dan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Minggu, 12 Juli 2026.

Peningkatan jalan di kawasan Banda Neira diperlukan untuk mendukung kelancaran distribusi hasil perkebunan seperti komoditas pala sebesar 646 ton per tahun dan perikanan sebanyak 16.127 ton per tahun. Peningkatan jalan juga dapat meningkatkan akses ke kawasan wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

class=big_center
Menteri PU Dody Hanggodo. Dok. Kementerian PU

Penataan jalan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi eksisting yang relatif sempit, yakni hanya 3 hingga 3,5 meter, sehingga saat ini hanya dapat dilalui kendaraan kecil. 

Ke depan, jalan akan diperkuat menggunakan konstruksi rigid pavement serta dilengkapi trotoar di atas drainase yang sudah ada.

Konsep transportasi ramah lingkungan juga akan diterapkan. Pemerintah mendorong penggunaan bajaj listrik sebagai alternatif kendaraan konvensional, mengingat dimensinya yang kecil dan sesuai dengan karakter jalan di Banda Neira. 

Selain itu, sepeda dipromosikan sebagai moda transportasi yang lebih berkelanjutan.

Penataan kawasan juga mengedepankan kenyamanan pejalan kaki. Di beberapa titik, seperti kawasan sekitar Benteng Belgica, akan dibangun jalur pedestrian selebar 1,2 hingga 1,5 meter di salah satu sisi jalan. Sementara itu, sisi lainnya difungsikan sebagai ruang milik jalan yang tetap fleksibel untuk akses kendaraan maupun ruang hijau.

Dengan peningkatan infrastruktur jalan ini, diharapkan dapat mendukung Kawasan Banda sebagai Kawasan strategis pariwisata nasional, serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat maupun wisatawan terhadap fasilitas-fasilitas pelayanan dan objek wisata banda.

(Achmad Zulfikar Fazli)