Ilustrasi gabungan bendera Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu Agency)
Iran Masih Kaji Draf Kesepakatan Final dengan AS
Willy Haryono • 2 June 2026 19:27
Teheran: Iran dilaporkan masih mengkaji draf kesepakatan final dengan Amerika Serikat dan belum memberikan respons resmi hingga Selasa, 2 Juni 2026.
Kantor berita semi-resmi Mehr, mengutip sumber yang mengetahui pembahasan itu, menyebut Iran masih mempelajari isi kesepakatan secara mendalam sebelum mengambil keputusan.
Menurut sumber tersebut, Iran ingin memastikan bahwa setiap kesepakatan memberikan manfaat yang “nyata dan konkret” bagi negaranya.
Sumber itu juga menyinggung sejarah ketidakpatuhan Amerika Serikat terhadap berbagai perjanjian sebelumnya yang membuat Iran memandang proses negosiasi secara sangat hati-hati.
“Sejarah ketidakpatuhan AS dan ketidakpercayaan historis membuat Iran melihat isu ini dengan sangat ketat,” sebut laporan Mehr yang dikutip TRT World.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Sebagai respons, Teheran melakukan serangan balasan terhadap Israel dan negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Iran juga sempat menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan energi dunia.
Gencatan senjata kemudian mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, meski perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen. Meski demikian, upaya diplomatik untuk mencari solusi konflik masih terus berlangsung.
Menurut beberapa laporan, salah satu syarat Iran untuk mengakhiri perang secara permanen adalah penghentian pertempuran di seluruh front, termasuk di Lebanon.
Iran menilai operasi militer Israel di Lebanon yang berlangsung sejak awal Maret menjadi bagian dari dinamika konflik regional yang harus diselesaikan dalam satu paket kesepakatan.
Baca juga: IRGC Klaim Serang Kapal Kargo MSC Sariska sebagai Balasan terhadap AS