Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. (ANTARA/HO/PVMBG)
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Warga Pesisir Diminta Waspada
Whisnu Mardiansyah • 24 June 2026 16:03
Lampung Selatan: Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Masyarakat di sekitar wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Suwarno mengatakan peningkatan aktivitas tersebut terpantau dari hasil pengamatan visual maupun kegempaan yang terekam melalui peralatan pemantauan gunung api.
"Saat ini Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi sehingga masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya," kata Suwarno di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, seperti dilansir Antara, Rabu, 24 Juni 2026
Ia menjelaskan pemantauan dilakukan secara intensif selama 24 jam untuk mendeteksi perkembangan aktivitas gunung api tersebut. Data hasil pengamatan menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana.
Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas kegempaan dan embusan masih terekam oleh alat pemantau. Kondisi tersebut menjadi indikator aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.
Oleh karena itu, masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diimbau tidak beraktivitas dalam radius yang telah direkomendasikan oleh otoritas vulkanologi guna menghindari risiko yang dapat ditimbulkan akibat erupsi maupun lontaran material vulkanik.
"Gunung Anak Krakatau masih dalam status Level II, atau Waspada, nelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau," ucap Suwarno.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. (ANTARA/HO/PVMBG)
Selain itu, nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi cuaca sebelum melaut.
Suwarno menegaskan masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh lembaga berwenang.
Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, potensi risiko akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat diantisipasi sejak dini sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga.