Dubes AS untuk NATO Matthew Whitaker meminta anggota aliansi tidak menoleransi perang hibrida. (Anadolu Agency)
Dubes AS Peringatkan Ancaman Perang Hibrida, Soroti Insiden Drone di Jerman
Willy Haryono • 6 September 2026 15:29
Roma: Duta Besar Amerika Serikat untuk NATO Matthew Whitaker memperingatkan negara-negara anggota aliansi agar tidak menoleransi tindakan yang disebut sebagai perang hibrida.
Ia menegaskan Washington akan mendukung sekutu NATO yang menghadapi aksi semacam itu.
Whitaker menyampaikan pernyataan tersebut di sela-sela konferensi bisnis di Italia pada Sabtu kemarin. Ia menilai insiden drone di Bandara Leipzig/Halle, Jerman, pada Agustus lalu lebih mengkhawatirkan dibandingkan sejumlah insiden drone Rusia yang menyimpang ke wilayah udara NATO saat menargetkan Ukraina.
"Anda kemudian memiliki apa yang saya sebut sebagai tindakan hibrida yang lebih mengkhawatirkan seperti yang kita lihat di Leipzig, seperti yang kita lihat di Polandia," kata Whitaker, dikutip NTD News, Minggu, 6 September 2026.
Ia mendesak negara-negara anggota NATO tetap waspada dan merespons dengan tegas ketika aksi bermusuhan berhasil diidentifikasi.
"Jika kita dapat mengidentifikasi siapa yang melakukannya, seperti yang dilakukan Jerman, kita memastikan untuk menyatakan dengan tegas bahwa hal itu tidak dapat diterima dan kami tidak akan menoleransinya," ujarnya.
Whitaker juga memperingatkan bahwa infrastruktur penting, termasuk fasilitas energi, berpotensi menjadi sasaran aksi hibrida. Ia meminta otoritas nasional meningkatkan pemantauan terhadap fasilitas-fasilitas tersebut.
Menurut Whitaker, tanggung jawab utama untuk merespons insiden semacam itu tetap berada di tingkat nasional. Namun, Washington akan mendukung negara-negara sekutunya yang menghadapi tindakan tersebut.
Jerman sebelumnya menuduh badan intelijen Rusia berada di balik insiden drone di Bandara Leipzig/Halle pada 5 Agustus. Berlin kemudian mengumumkan sejumlah langkah terhadap Rusia, termasuk penutupan Konsulat Jenderal Rusia di Bonn serta penghentian kesepakatan yang mencakup pusat kebudayaan dan informasi Rusia, termasuk Russian House di Berlin.
Rusia membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya "tidak berdasar, absurd, dan tidak rasional". Kedutaan Besar Rusia di Jerman mengatakan Berlin tidak memberikan bukti atas tuduhan tersebut dan menyebut langkah yang diambil pemerintah Jerman sebagai "eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya" dalam hubungan bilateral.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova juga memperingatkan bahwa Jerman akan menerima "respons yang pantas."
Presiden Rusia Vladimir Putin turut menolak tuduhan Jerman. Ia mengatakan tuduhan Berlin mengenai dugaan serangan drone tersebut terutama didorong oleh situasi politik domestik Jerman.
Baca juga: NATO Tingkatkan Patroli Udara di Polandia Dekat Kaliningrad Rusia