Bibit Siklon Tropis 92W Dekat Indonesia, Ini Wilayah yang Terdampak

Ilustrasi Pexels

Bibit Siklon Tropis 92W Dekat Indonesia, Ini Wilayah yang Terdampak

Riza Aslam Khaeron • 22 July 2026 17:10

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Filipina, sebelah utara Papua Barat Daya.

Berdasarkan pembaruan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, bibit siklon ini mulai terbentuk pada 21 Juli 2026 pukul 01.00 WIB.

“Bibit Siklon Tropis 92W memiliki peluang Rendah untuk menjadi Siklon Tropis dan bergerak ke arah barat - barat laut dalam periode 24 jam ke depan,” tulis BMKG melalui akun Instagram resminya pada Rabu, 22 Juli 2026.

Meskipun peluang menjadi siklon tergolong rendah, sistem ini berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi perairan di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Sulawesi hingga Papua Barat. Dampak tersebut meliputi peningkatan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi.
 

Wilayah yang Berpotensi Terdampak


Ilustrasi: Md Nadim Mahmud/Pexels

Meskipun pusat bibit siklon berada di Laut Filipina, keberadaannya memengaruhi pola angin, pertumbuhan awan hujan, serta ketinggian gelombang di wilayah Indonesia bagian timur.

Mengutip laman resmi BMKG, berikut wilayah dan sektor yang berpotensi terdampak Bibit Siklon Tropis 92W:

1. Hujan Sedang hingga Lebat

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di:
  • Sulawesi Utara
  • Maluku Utara
Masyarakat perlu mewaspadai potensi dampak lanjutan seperti genangan, banjir, tanah longsor, serta berkurangnya jarak pandang saat hujan berlangsung.

2. Angin Kencang

Potensi angin kencang terutama dapat terjadi di Maluku Utara. Kondisi ini perlu diwaspadai karena berisiko menyebabkan pohon tumbang, kerusakan ringan pada bangunan, serta mengganggu aktivitas pelayaran dan penerbangan.

3. Gelombang Tinggi

Bibit Siklon Tropis 92W berpotensi memicu gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan, meliputi:
  • Perairan Kepulauan Talaud
  • Perairan Kepulauan Sangihe
  • Laut Maluku bagian utara
  • Samudra Pasifik utara Halmahera bagian utara
  • Samudra Pasifik utara Halmahera bagian selatan
  • Samudra Pasifik utara Papua Barat
  • Samudra Pasifik utara Biak
Gelombang dengan ketinggian tersebut berisiko terhadap keselamatan perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, serta aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

“Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,” tulis BMKG.
 
Baca Juga:
BMKG: Waspada Hujan Lebat di 17 Provinsi dan Angin Kencang di 11 Wilayah

Perkembangan Bibit Siklon Tropis 92W masih dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan perairan. Masyarakat dianjurkan untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG dan menghindari informasi dari sumber yang tidak terpercaya.

(Riza Aslam Khaeron)