Metro TV Komitmen Kawal Pengembangan Waste to Energy di Indonesia

President Director Metro TV Arief Suditomo. Foto: Tangkapan layar Metro TV

Metro TV Komitmen Kawal Pengembangan Waste to Energy di Indonesia

Husen Miftahudin • 16 July 2026 10:40

Jakarta: Metro TV menegaskan komitmennya untuk mengawal pengembangan teknologi Waste to Energy (WtE) sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus penyediaan energi bersih di Indonesia. Hal itu disampaikan President Director Metro TV Arief Suditomo dalam acara Waste To Energy Talks 2026.

Arief mengatakan, persoalan sampah telah berkembang menjadi masalah multisektoral yang memerlukan penanganan menyeluruh. Menurutnya, jutaan ton sampah domestik terus menumpuk setiap tahun tanpa penyelesaian yang tuntas di sisi hilir.

"Sampah telah mengancam ketahanan lingkungan, kesehatan publik, dan secara tidak langsung ketahanan pangan kita," kata Arief dalam sambutannya pada acara Waste To Energy Talks 2026 di Melati Glass House, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia menjelaskan tema besar forum tersebut adalah Waste to Energy, yang dinilai tidak hanya mampu mengatasi persoalan sampah, tetapi juga mengubah limbah menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut Arief, teknologi WtE menawarkan dua manfaat utama sekaligus. Pertama, mereduksi sampah secara signifikan dan instan di tingkat hilir. "Kedua, menghasilkan energi bersih yang terbarukan guna mendukung transisi energi nasional," papar dia.
 


(Poster acara Waste to Energy Talks 2026. Foto: dok Metro TV)
 

Perkuat ketahanan energi nasional


Arief menilai pengembangan WtE dapat menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir yang selama ini terus meningkat.

Dalam kesempatan itu, Arief juga menegaskan Metro TV ingin berperan sebagai penghubung antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan penyedia pembiayaan agar pengembangan WtE dapat berjalan lebih cepat.

"Kami ingin menjadi jembatan yang menghubungkan pengambil kebijakan di tingkat pusat, eksekutor di tingkat daerah, dan juga para penyedia kapital," ujar Arief.

Arief menambahkan forum seperti Waste To Energy Talks 2026 diharapkan menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, merumuskan solusi, dan menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat segera dieksekusi.

"Kita dukung transformasi ini demi Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan lebih mandiri secara energi," tutur dia.

Diketahui, acara Waste To Energy Talks 2026 mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas percepatan implementasi teknologi pengolahan sampah menjadi energi sebagai bagian dari agenda transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

(Husen Miftahudin)