Polres Selayar Periksa Nakhoda dan 9 ABK KLM Nurul Salsa

Nahkoda dan ABK KM Nurul Salsa diperiksa polisi. Istimewa.

Polres Selayar Periksa Nakhoda dan 9 ABK KLM Nurul Salsa

Muhammad Syawaluddin • 18 July 2026 18:01

Makassar: Penyidik Polres Selayar memeriksa nakhoda dan 9 anak buah kapal (ABK) KM Nurul Salsa terkait dengan insiden karamnya kapal di perairan Barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar.

"Saat ini kami mulai melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda, ABK," ujar Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, Sabtu, 18 Juli 2026.

Pemeriksaan dilakukan di Ruang Unit Reskrim Polsek Pasimasunggu bersama personel gabungan BKO Polres Kepulauan Selayar yang diperkuat Sat Reskrim dan Sat Polairud.

AKBP Didid Imawan mengatakan, selain memeriksa nakhoda dan ABK, pihaknya juga meminta keterangan terhadap sejumlah saksi untuk mencari tahu kronologi karamnya kapal.

"Penumpang yang selamat juga diperiksa sebagai saksi," ungkapnya.

Pemeriksaan terhadap para saksi, nahkoda, dan ABK bertujuan mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang menyebabkan satu orang meninggal dan 25 lainnya masih dalam pencarian.
 


"Proses penyelidikan ini untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif, sekaligus memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini dapat terungkap secara jelas," jelasnya.

Polisi juga melakukan pendataan ulang terkait jumlah pasti penumpang dan korban dalam kecelakaan kapal itu dengan mencocokkan manifes, laporan, serta identitas korban yang ditemukan dan yang masih dalam pencarian.

"Kami juga terus melakukan verifikasi data korban agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," jelas AKBP Didid Imawan.


Proses pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 18 Juli 2026.


Kapolres menyatakan penanganan musibah KM Nurul Salsa dilakukan melalui dua pendekatan secara bersamaan, yakni mendukung penuh operasi kemanusiaan di lapangan serta melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kecelakaan.

"Fokus kami saat ini adalah membantu proses pencarian korban bersama seluruh unsur SAR, sekaligus memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional," ujarnya.

Hingga saat ini, operasi pencarian terhadap korban KLM Nurul Salsa masih terus berlangsung dengan melibatkan Basarnas, TNI AL, Sat Polairud, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat.

(Whisnu M)