BPBD OKU Timur Minta Warga Waspada Serangan Buaya

Penampakan seekor buaya di Bendungan Perjaya, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Senin. ANTARA/Edo Purmana

BPBD OKU Timur Minta Warga Waspada Serangan Buaya

Whisnu Mardiansyah • 1 June 2026 18:03

OKU Timur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatra Selatan, mengimbau masyarakat di wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan buaya ketika beraktivitas di aliran sungai.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Timur, Budi Widiyanto, menyampaikan bahwa peringatan ini dikeluarkan setelah seekor buaya terlihat di Bendungan Perjaya, Desa Keromongan, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, pada Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut keterangan penduduk setempat, kemunculan satwa liar ini bukan yang pertama kali terjadi dalam sepekan terakhir.

"Diduga kuat bahwa terdapat lebih dari satu ekor buaya yang berkeliaran di sekitar lokasi tersebut," ujar Budi Widiyanto di Martapura, seperti dilansir Antara, Senin, 1 Juni 2026, 

Menurut Budi, aliran Sungai Komering memang dikenal memiliki karakteristik ekosistem yang luas dan masih alami, sehingga menjadi salah satu habitat asli reptil besar tersebut.
 


Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati serta menghindari berbagai aktivitas di sungai, khususnya di sekitar bendungan, guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Para orang tua juga diminta untuk mengawasi anak-anak mereka yang sering mandi dan bermain di aliran sungai serta bendungan, agar terhindar dari kemungkinan serangan buaya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan untuk segera melakukan penangkapan," tegas Budi.


Potongan video penampakan buaya sepanjang empat meter di Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin, 28 April 2025.

Sementara itu, Rangga, seorang warga setempat, mengakui bahwa kemunculan reptil tersebut mulai menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat. Pasalnya, Sungai Komering masih menjadi urat nadi utama kegiatan sehari-hari warga, mulai dari mandi, cuci, kakus (MCK), hingga mencari nafkah.

"Kami berharap instansi terkait yang berwenang dalam penanganan satwa liar dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan mitigasi sebelum menimbulkan korban jiwa," harap Rangga.

(Whisnu M)