Asap mengepul dari lokasi ledakan di pabrik kembang api di Changsa, Tiongkok, Senin, 4 Mei 2026. (Xinhua)
Ledakan Pabrik Kembang Api di Tiongkok Tewaskan 21 Orang, Puluhan Terluka
Willy Haryono • 5 May 2026 13:48
Changsha: Sedikitnya 21 orang tewas dan 61 lainnya terluka akibat ledakan besar di sebuah pabrik kembang api di Kota Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok pada Senin petang, yang dilaporkan media pemerintah setempat pada Selasa, 5 Mei 2026.
Ledakan terjadi di fasilitas milik Huasheng Fireworks Manufacturing and Display Co. yang beroperasi di wilayah tersebut. Rekaman udara dari televisi pemerintah menunjukkan asap putih masih membumbung dari lokasi, sementara sejumlah bangunan tampak runtuh dan rusak parah.
Sebanyak hampir 500 petugas penyelamat dikerahkan ke lokasi kejadian. Otoritas setempat juga mengevakuasi warga di sekitar area berbahaya, mengingat tingginya risiko dari dua gudang bahan peledak yang berada dekat titik ledakan.
Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan. Polisi telah menahan pihak yang bertanggung jawab atas perusahaan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pemerintah juga memperingatkan jumlah korban jiwa berpotensi bertambah.
Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta upaya maksimal dilakukan untuk mencari korban yang masih hilang dan menyelamatkan korban luka. “Lakukan segala upaya untuk menemukan mereka yang belum ditemukan dan menyelamatkan yang terluka,” ujarnya, dikutip dari media Euro News, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia juga menekankan pentingnya penyelidikan cepat serta penegakan tanggung jawab secara tegas. Selain itu, pemerintah diminta meningkatkan pengawasan risiko dan memperkuat manajemen keselamatan publik, khususnya di sektor industri berisiko tinggi.
Untuk mencegah bahaya lanjutan, tim penyelamat menggunakan metode seperti penyemprotan dan pelembapan area guna mengurangi potensi ledakan susulan. Tiga robot juga dikerahkan dalam operasi pencarian untuk meminimalkan risiko bagi petugas.
Wilayah Liuyang di Provinsi Hunan dikenal sebagai pusat produksi kembang api dengan sejarah panjang sejak Dinasti Tang. Namun, otoritas mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan resmi selama proses penanganan berlangsung. (Keysa Qanita)
Baca juga: Ledakan di Perusahaan Bioteknologi Tiongkok Tewaskan Delapan Orang