Ekosistem Pembayaran Digital Inklusif Terus Diperkuat di Tengah Tantangan Daya Beli

Fintech ilustrasi. Dok Metrotvnews.com

Ekosistem Pembayaran Digital Inklusif Terus Diperkuat di Tengah Tantangan Daya Beli

Arga Sumantri • 24 December 2025 19:04

Jakarta: Ekosistem pembayaran digital yang inklusif kian dibutuhkan. Kebutuhan akan sistem pembayaran yang andal semakin meningkat, terutama di sektor esensial. 

Di tengah tekanan penurunan daya beli yang berdampak pada sektor konsumtif, PT Prismalink International (Plink) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Penyedia infrastruktur pembayaran ini membukukan pertumbuhan jumlah mitra hingga double digit dibandingkan tahun sebelumnya, seiring strategi ekspansi yang lebih selektif dan adaptif terhadap kondisi pasar. 

Plink memperluas kolaborasi dengan berbagai penyedia teknologi untuk memperkuat penetrasi di sektor-sektor yang relatif stabil, seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, olahraga, layanan publik, dan hospitality, sektor yang masih banyak mengandalkan sistem pembayaran manual.

"Sepanjang 2025, kami melihat kebutuhan akan sistem pembayaran yang andal justru semakin meningkat, terutama di sektor esensial. Hal ini mendorong kami untuk terus memperbaiki infrastruktur dan memperluas ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif," ujar CEO Plink, Laksono, melalui keterangan tertulis, Rabu, 24 Desember 2025.
 


Upaya penguatan ekosistem dilakukan melalui kerja sama strategis dengan penyedia layanan teknologi yang mendukung UMKM dan pelaku usaha kecil agar dapat menerima pembayaran secara online. Inisiatif ini menjadi bagian dari percepatan digitalisasi, khususnya di wilayah yang masih minim akses teknologi.

Laksono mengungkapkan payment gateway Plink juga menghadirkan solusi pembayaran bagi masyarakat yang masih sulit dengan bank dan daerah tertinggal. Selain memungkinkan pelaku usaha menerima pembayaran digital, tersedia opsi pembayaran tunai melalui jaringan ritel nasional. Sehingga, akses transaksi tetap terbuka bagi masyarakat tanpa layanan perbankan.

"Digitalisasi pembayaran bagi kami bukan semata soal teknologi, tetapi juga akses. Karena itu, kami menghadirkan berbagai opsi pembayaran agar dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat," lanjut Laksono.


CEO Plink, Laksono. Istimewa.

Semakin ketatnya persaingan industri payment gateway dan fintech di Indonesia, Plink menegaskan komitmen pada keandalan sistem, keamanan transaksi, serta kenyamanan penggunaan layanan bagi mitra atau merchant.

Memperkuat posisi sebagai mitra teknologi finansial

Memasuki 2026, Plink berkomitmen memperkuat posisinya sebagai mitra teknologi finansial yang andal melalui penguatan kapasitas layanan dan perizinan, termasuk sebagai Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) Kategori 1 dan QRIS MPM Acquirer. Ekspansi pasar juga akan dilakukan melalui sinergi dengan berbagai institusi pemerintah untuk mendorong adopsi pembayaran digital yang lebih luas dan berkelanjutan.

"Kami akan terus berkembang untuk menghadirkan solusi pembayaran yang aman, andal, dan relevan dengan kebutuhan mitra," tutur Laksono.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)