Ilustrasi Meikarta. Foto: dok Lippo Karawaci.
Minat Hunian Bergeser ke Kawasan Penyangga Jakarta, Segini Cicilan di Meikarta
Ade Hapsari Lestarini • 27 August 2026 21:14
Cikarang: Kawasan penyangga Jakarta semakin menjadi alternatif bagi masyarakat yang mencari hunian, terutama di tengah tingginya aktivitas ekonomi dan industri di wilayah Bekasi dan Cikarang. Selain harga, lokasi, aksesibilitas, serta jarak menuju tempat kerja menjadi pertimbangan dalam menentukan hunian untuk jangka panjang.
Kecenderungan tersebut terlihat dari minat terhadap hunian di kawasan penyangga Jakarta. Riset Indonesia Property Watch yang dirilis awal 2026 menunjukkan Bekasi termasuk kota yang banyak diminati pencari hunian sepanjang 2025, seiring semakin terbatasnya pilihan hunian dengan harga terjangkau di Jakarta.
Tren serupa terlihat dalam data 123 PropInsight yang menganalisis permintaan rumah tapak di Bekasi berdasarkan enquiry aktual di platform Rumah123 selama April 2025 hingga Juni 2026. Analisis tersebut menunjukkan adanya basis permintaan dari pekerja kawasan industri, khususnya di koridor Cikarang-Cibitung, serta komuter yang membutuhkan akses menuju Jakarta.
Hunian dekat tempat kerja jadi pertimbangan
Perkembangan kawasan industri dan pusat ekonomi membuat kebutuhan hunian yang dekat dengan tempat kerja semakin relevan. Bagi pekerja, kedekatan tempat tinggal dengan pusat aktivitas tidak hanya berkaitan dengan jarak, tetapi juga waktu perjalanan dan biaya transportasi sehari-hari.
Cikarang merupakan salah satu kawasan utama di Koridor Timur Jakarta dengan konsentrasi aktivitas industri dan ekonomi yang tinggi. Kondisi tersebut turut menciptakan kebutuhan hunian bagi masyarakat yang bekerja dan beraktivitas di kawasan tersebut maupun wilayah sekitarnya.
Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa Utama, pengembang Meikarta, Indra Azwar, mengatakan masyarakat tidak hanya mempertimbangkan harga dalam memilih hunian.

Ilustrasi Meikarta. Foto: dok Lippo Karawaci.
"Dalam memilih hunian, masyarakat tentu tidak hanya mempertimbangkan harga. Lokasi, akses menuju tempat kerja, serta kemampuan mengelola cicilan dalam jangka panjang juga menjadi faktor penting. Karena itu, kami melihat hunian di Koridor Timur Jakarta semakin relevan bagi masyarakat," ujar Indra, dalam keterangan tertulis, Kamis, 27 Agustus 2026.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Meikarta menawarkan pilihan cicilan rumah mulai sekitar Rp1,7 jutaan per bulan dengan skema cicilan tetap hingga lunas. Skema cicilan tetap memberikan kepastian nominal pembayaran sehingga calon pemilik dapat memperkirakan pengeluaran secara lebih terukur. Dengan demikian, pembayaran cicilan dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga lainnya dalam jangka panjang. Namun, besaran cicilan aktual menyesuaikan dengan unit yang dipilih, uang muka, tenor, serta hasil evaluasi dan persetujuan pembiayaan.
"Kami ingin memberikan pilihan yang lebih mudah direncanakan bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian di kawasan yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi. Cicilan sekitar Rp1,7 jutaan yang flat hingga lunas diharapkan dapat membuat perencanaan kepemilikan hunian menjadi lebih terukur," kata Indra.
Kawasan industri dorong kebutuhan hunian
Meningkatnya minat terhadap kawasan Bekasi menunjukkan keputusan memiliki hunian semakin mempertimbangkan keseimbangan antara harga, lokasi, dan kebutuhan sehari-hari.
Bagi masyarakat yang bekerja di kawasan industri Cikarang dan sekitarnya, tinggal lebih dekat dengan pusat aktivitas dapat menjadi pertimbangan untuk mengurangi waktu dan biaya perjalanan.
Kondisi tersebut turut menjadi peluang bagi pengembang untuk menawarkan hunian di sekitar kawasan industri dan pusat ekonomi, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang mencari alternatif tempat tinggal di luar Jakarta.
Indra mengatakan, kepemilikan hunian tidak hanya berkaitan dengan pembelian unit, tetapi juga lokasi dan kemampuan masyarakat dalam mengelola pengeluaran dalam jangka panjang.
"Kepemilikan hunian bukan hanya tentang membeli sebuah unit, tetapi juga memilih tempat untuk membangun kehidupan. Karena itu, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi melalui skema cicilan yang lebih mudah direncanakan," tutur Indra.