Karhutla di Kapuas Merembet ke Rumah Warga

Satu rumah warga di Desa Harapan Baru, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, ludes terbakar, diduga dipicu oleh api dari karhutla, Kamis (27/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Kapuas

Karhutla di Kapuas Merembet ke Rumah Warga

Lukman Diah Sari • 28 August 2026 20:59

Kuala Kapuas: Sebuah rumah warga di RT 10 RW 03, Desa Harapan Baru, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, ludes dilalap si jago merah. Kebakaran tersebut dipicu oleh rambatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendekati kawasan permukiman penduduk.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, musibah ini menghanguskan kediaman milik seorang warga bernama Sarli.

Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandingan, mengatakan bahwa rumah korban mengalami kerusakan berat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

"Kejadian berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, sekitar pukul 17.30 WIB," ujar Pangeran di Kuala Kapuas, Jumat, 28 Agustus 2026.

Laporan kejadian diterima BPBD Kabupaten Kapuas pada sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah mendapatkan informasi, masyarakat setempat langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api semakin meluas dan merambat ke rumah lain.

Ilustrasi: Satgas Darat berjibaku memadamkan api di lahan gambut di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa, 25 Agustus 2026. ANTARA/Tumpal Andani Aritonang


Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Kapuas juga melakukan koordinasi dengan Kepala Desa dan Sekretaris Desa Harapan Baru. Selain itu, petugas melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak akibat musibah kebakaran tersebut.

BPBD Kabupaten Kapuas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang kering. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran di sekitar permukiman sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

(Lukman Diah Sari)