Pembukaan Tradisi Dandangan sambut Ramadan di Kudus. Metrotvnews.com/ istimewa
Pasar Dandangan Kudus Targetkan Perputaran Ekonomi Hingga Rp17 Miliar
Rhobi Shani • 10 February 2026 11:40
Kudus: Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar Tradisi Dandangan untuk menyambut bulan suci Ramadan, Senin, 9 Februari 2026. Agenda tahunan itu digelar selama 10 hari dari tanggal 9 hingga 18 Februari 2026.
Plh Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, menuturkan ribuan pedagang ikut serta dalam gelaran Pasar Dandangan. Perputaran ekonomi ditargetkan mencapai Rp17 miliar.
"Lapak tersedia 527 stand dan ditambah pedagang kaki lima (PKL) 500 yang sudah terdaftar. Untuk stand resmi dinas yang kerja sama dengan event organitation (EO) dan untuk PKL dikelola pemdes (pemerintah desa) dengan warga," terang Eko di Kudus.
Sementara itu, Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, menyampaikan bahwa Pasar Dandangan kini telah menerapkan sistem digitalisasi untuk pendaftaran pedagang. Langkah ini bertujuan untuk memastikan transparansi, kejelasan lokasi lapak, dan mencegah praktik jual beli lapak ilegal.
Pelaksanaan Dandangan 2026 juga mengedepankan konsep tertib dan ramah lingkungan melalui pemilahan sampah dengan didukung lebih dari 20 titik tempat pembuangan sampah. Selain itu, tarif parkir telah diseragamkan sesuai ketentuan, yakni Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil, dengan penyediaan kantong parkir resmi.
"Dandangan tahun ini diharapkan hadir lebih rapi, bersih, dan nyaman, sekaligus menjadi momentum pelestarian tradisi dan penggerak ekonomi masyarakat Kudus," kata Bellinda.

Pembukaan Tradisi Dandangan sambut Ramadan di Kudus. Metrotvnews.com/ istimewa
Masyarakat terlihat memadati area Alun-alun Simpang 7 dan sepanjang jalan Sunan Kudus. Di lokasi tersebut, ratusan lapak pedagang menjajakan aneka makanan, fesyen, hingga gerabah.
Pembukaan Dandangan diwarnai dengan pemukulan bedug secara simbolis oleh Wakil Bupati Kudus, Belinda Birton. Pemukulan bedug tersebut menandai dimulainya Tradisi Dandangan yang melibatkan ribuan pedagang.