Slogan Antipemerintah Hiasi Malam Peringatan Revolusi di Iran

Perayaan di malam peringatan hari revolusi Iran. (Mehdi Bolourian/IRNA)

Slogan Antipemerintah Hiasi Malam Peringatan Revolusi di Iran

Riza Aslam Khaeron • 11 February 2026 17:07

Jakarta: Sejumlah warga Teheran, Iran, meneriakkan slogan-slogan antipemerintah dan menolak kekuasaan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada malam menjelang peringatan Revolusi Islam 1979. 

Aksi ini terjadi pada Selasa malam, 10 Februari 2026, dan terdokumentasi dalam berbagai rekaman video yang diunggah di media sosial, seperti Telegram dan X, dikutip dari France24.

Dalam video yang dibagikan kanal pemantau protes, seperti Vahid Online dan Mamlekate, terdengar teriakan seperti "Matilah Khamenei", "Matilah diktator", dan "Matilah Republik Islam" menggema dari balkon-balkon pemukiman di Teheran, termasuk di kawasan berbukit utara kota. 

Meskipun belum dapat diverifikasi secara independen oleh AFP, video tersebut menunjukkan gaung suara warga di berbagai gedung saat kembang api dinyalakan oleh pemerintah sebagai bagian dari perayaan tanggal 22 Bahman (11 Februari)—peringatan turunnya perdana menteri terakhir rezim Syah dan dimulainya kekuasaan Ayatollah Ruhollah Khomeini.
 

Baca Juga:
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Harus Lebih dari Sekadar Isu Nuklir

Laporan dari saluran media sosial Sharak Ekbatan menyebutkan bahwa aparat keamanan dikerahkan ke distrik Ekbatan untuk meneriakkan "Allah Akbar" guna membungkam slogan anti-pemerintah dari warga. IranWire juga melaporkan peristiwa serupa terjadi di kota Isfahan dan Shiraz.


Perayaan di malam peringatan hari revolusi Iran. (Payam Sani/IRNA)

Peringatan 22 Bahman tahun ini berlangsung di tengah ancaman intervensi militer baru dari Amerika Serikat terhadap Teheran, menjadikan mobilisasi massa oleh pemerintah sebagai agenda politik yang lebih penting dari biasanya.

Menurut Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di AS, protes anti-pemerintah bulan lalu telah menewaskan 6.984 orang, termasuk 6.490 demonstran, akibat tembakan langsung aparat. Sedangkan lebih dari 52.623 orang telah ditangkap dalam penindakan menyusul gelombang demonstrasi tersebut.

HRANA menyebutkan bahwa slogan-slogan yang terdengar pada Selasa malam menunjukkan bahwa "protes nasional tetap berlanjut meskipun kondisi keamanan sangat ketat dan kontrol tersebar luas".

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)