Dirut Metro TV: Pembangunan dan Kelestarian Lingkungan Tak Terpisahkan

Direktur Utama Metro TV Arief Suditomo. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.

Dirut Metro TV: Pembangunan dan Kelestarian Lingkungan Tak Terpisahkan

Ade Hapsari Lestarini • 22 January 2026 11:20

Jakarta: Menjaga keberlangsungan alam dan menggenjot pembangunan merupakan sebuah kombinasi yang tidak bisa lagi dipisahkan. Indonesia berambisi keluar dari jebakan kelas menengah serta ingin menjadi negara maju di 2045.

Untuk mencapai itu, Indonesia harus punya pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen di 2029. Namun di sisi lain, perjuangan untuk mencapai itu harus disertai kesadaran bila alam adalah warisan untuk generasi penerus.

"Eksploitasi tanpa memikirkan sustainability bukan lagi opsi buat kita," ujar Direktur Utama Metro TV Arief Suditomo, saat membuka Metro TV Green Summit 2026-Accelerating Indonesia's Green Transition, di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.

Arief mengatakan, bencana banjir bandang di Sumatra mengingatkan pentingnya kebijakan yang strategis dan prokonservasi. Penegakan hukum yang baik, tauladan dari sektor swasta, serta peran serta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan hidup menjadi rangkaian yang tak terpisahkan.


Direktur Utama Metro TV Arief Suditomo. Foto: Metrotvnews.com.
 

Indonesia tegus menjalankan komitmen global


"Main maid disaster tidak boleh terulang kembali. Komitmen konservasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo ditegaskan berulang, di visi Prabowo, pembangunan, Asta Cita," kata Arief.

Arief menambahkan, Bangsa Indonesia sampai hari ini masih teguh untuk menjalankan berbagai macam komitmen global seperti mewujudkan target net zero emmision 2060, mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan secara seimbang sejalan dengan amanat KTT Bumi di Rio de Janeiro, 1992.

Kemudian sejalan dengan KTT Pembangunan Berkelanjutan di Johannesburg 2002 yang menyepakati prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

"Komitmen Indonesia ini sekaligus menyempurnakan target pertumbuhan ekonomi tinggi menuju delapan persen untuk mewujudkan target Indonesia Emas 2045 berdasarkan transformasi besar sistem ekonomi menuju model yang lebih tangguh, lebih inklusif, ramah lingkungan, berkelanjutan, dan terbarukan demi kesejahteraan generasi mendatang," ujar Arief.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)