Jembatan Penghubung Pati-Jepara Roboh, Puluhan Pelajar Terpaksa Belajar Daring

Jembatan di Sumberrejo yang hampir putus. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani

Jembatan Penghubung Pati-Jepara Roboh, Puluhan Pelajar Terpaksa Belajar Daring

Rhobi Shani • 23 January 2026 16:54

Jepara: Sebuah jembatan penghubung antarwilayah di Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, roboh diterjang derasnya arus Sungai Pasokan yang meluap. Kejadian tersebut terjadi sejak Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB.

Ambrolnya jembatan sepanjang 35 meter itu langsung memutus akses warga dan mengganggu aktivitas puluhan pelajar. Jembatan tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan Dukuh Pendem, Desa Sumberrejo, Kabupaten Jepara, dengan Dukuh Nglendoh, Desa Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.

Kerusakan dipicu oleh gerusan air Sungai Pasokan yang meluap akibat tingginya curah hujan. Arus kuat menggerus tiang penyangga hingga konstruksi jembatan rusak dan tidak dapat digunakan.

Akibatnya, sedikitnya 30 siswa dari jenjang RA, MI, hingga MTs terpaksa mengikuti pembelajaran secara daring. Para siswa yang berasal dari Dukuh Nglendoh, Desa Wedusan itu sehari-hari bersekolah di lembaga pendidikan di Desa Sumberrejo. Pengurus YPI Miftahul Huda Sumberrejo, Rohmat, menegaskan jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses terdekat untuk aktivitas warga dan anak sekolah.
 


“Kami mohon agar segera dibuatkan jembatan darurat atau alternatif. Selain untuk jalan warga dan petani, ini sangat berdampak pada anak-anak sekolah,” kata Rohmat pada Jumat, 23 Januari 2026.

Rohmat menambahkan, jembatan itu juga berfungsi sebagai penghubung strategis antara Kabupaten Jepara dan Kabupaten Pati. Jika tidak bisa melintas di titik itu, warga harus memutar melalui tiga hingga empat desa. Alternatif jalan yang ditempuh adalah melalui rute Wedusan–Puncel (Pati)–Clering–Sumberrejo (Jepara), yang dinilai cukup memutar dan memberatkan.


Ilustrasi Medcom.id

Selama akses terputus, pihak sekolah berupaya tetap menjalankan proses belajar mengajar secara daring. Namun, metode tersebut dinilai kurang efektif, terutama bagi siswa jenjang RA.

Kondisi ini telah dilaporkan kepada pemerintah mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Warga bersama pihak sekolah berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera mengambil langkah konkret, mengingat jembatan tersebut merupakan infrastruktur vital bagi masyarakat lintas kabupaten.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)