Petugas BPBD Kabupaten Demak mengevakuasi warga terdampak menggunakan perahu karet atas bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (3/4). FOTO: BPBD Kabupaten Demak
Update Banjir Demak: 583 Mengungsi, Satu Warga Hilang
Lukman Diah Sari • 3 April 2026 22:04
Jakarta: Bencana banjir melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat, 3 April 2026. Musibah ini membuat 583 jiwa harus mengungsi dan satu warga dilaporkan hilang.
"Peristiwa ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu yang menyebabkan peningkatan debit air hingga mengakibatkan tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko jebol, sehingga air meluap dan merendam permukiman warga," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Jumat, 3 April 2026.
Hasil kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, wilayah yang terdampak mencakup empat kecamatan dengan total delapan desa terdampak. Rinciannya:
- Kecamatan Guntur meliputi Desa Trimulyo, Desa Sidoharjo, Desa Turirejo, dan Desa Sumberejo
- Kecamatan Karangtengah mencakup Desa Ploso
- Kecamatan Wonosalam terdapat Desa Lempuyang
- Kecamatan Kebonagung meliputi Desa Solowire dan Desa Sarimulyo

Petugas BPBD Kabupaten Demak mengevakuasi warga terdampak menggunakan perahu karet atas bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (3/4). FOTO: BPBD Kabupaten Demak
Warga terdampak mengungsi di Masjid Babu Rohim dan Mushola di Dukuh Solondoko, Masjid Rodhotul Janah dan Mushola di Dukuh Solowere, Balai Desa Telogorejo, Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo, serta Kantor Kecamatan Guntur. Banjir juga berdampak pada 1.230 unit rumah, dengan empat unit rumah mengalami rusak berat.
"Fasilitas pendidikan sebanyak 10 unit dan fasilitas ibadah sebanyak 15 unit turut terdampak. Sementara itu, sekitar 194 hektare lahan sawah ikut terendam," jelas Abdul. Dia memastikan BPBD Kabupaten Demak bersama unsur terkait telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat, antara lain kaji cepat di lokasi terdampak, evakuasi warga, koordinasi lintas sektor, penyiapan lokasi pengungsian, serta pemberian layanan kesehatan bagi para pengungsi. Selain itu, dilakukan pula distribusi karung untuk penguatan tanggul sementara, pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang, serta pendirian posko lapangan di Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo.
"Pemerintah daerah juga tengah memproses penetapan status tanggap darurat," kata Abdul.
Hingga laporan ini disusun, kondisi air masih terpantau tinggi dan proses evakuasi warga masih berlangsung, khususnya di wilayah Desa Trimulyo. Layanan kebutuhan dasar bagi pengungsi, seperti permakanan dan layanan kesehatan, terus diberikan di lokasi pengungsian.