200 Marshal Lokal Dilibatkan dalam Ajang GT World Challenge Asia

Marshal saat membersihkan lintasan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA/Akhyar Rosidi.

200 Marshal Lokal Dilibatkan dalam Ajang GT World Challenge Asia

Silvana Febiari • 1 April 2026 10:21

Lombok Tengah: Mandalika Grand Prix Association (MGPA) melibatkan 200 marshal lokal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam ajang balap mobil GT World Challenge Asia. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika pada 1–3 Mei.

"Hal ini bentuk kesiapan Indonesia dalam menghadirkan ajang balap berstandar internasional. Tidak hanya dari sisi infrastruktur, kesiapan tercermin dari kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal yang semakin profesional dan kompeten," kata Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, dilansir dari Antara, Rabu, 1 April 2026.

Ia mengatakan ratusan marshal yang seluruhnya berasal dari Nusa Tenggara Barat tersebut memiliki peran penting dalam mendukung operasional balapan.
 


Mereka terdiri dari berbagai fungsi strategis. Mulai dari Marshal Pitlane (45 orang), Marshal Track (95 orang), Marshal Track Maintenance (10 orang), Chief Marshal (8 orang), Pick Up Bike Marshal (8 orang), Tim Recovery Marshal (23 orang), serta Marshal Cadangan (reserve) yang secara keseluruhan memastikan setiap aspek balapan berjalan aman, tertib, dan sesuai standar internasional.

"Peran marshal menjadi salah satu elemen paling vital dalam penyelenggaraan motorsport," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa tugas marshal mencakup pengawasan lintasan, penanganan insiden, hingga menjaga keselamatan pembalap dan kru, yang semuanya membutuhkan ketelitian, kecepatan respons, serta koordinasi tinggi. Keterlibatan penuh marshal lokal ini menjadi bukti nyata kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam mendukung kejuaraan motorsport kelas dunia.

“Keikutsertaan 200 marshal lokal NTB dalam GT World Challenge Asia 2026 menegaskan bahwa Sirkuit Mandalika tidak hanya siap sebagai tuan rumah dari sisi fasilitas, tetapi juga telah didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, terlatih, dan berpengalaman dalam memenuhi standar keselamatan serta operasional balap internasional," jelasnya.

Ia mengatakan seluruh marshal telah melalui proses rekrutmen, pelatihan, dan keterlibatan di berbagai kejuaraan sebelumnya, sehingga mampu menjalankan peran krusial secara profesional. Keterlibatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem motorsport nasional yang berkelanjutan.

“Kami ingin Sirkuit Mandalika tidak hanya dikenal sebagai venue balap kelas dunia, tetapi juga sebagai pusat pengembangan SDM motorsport yang berdaya saing global,” tambahnya.


Marshal saat membersihkan lintasan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA/Akhyar Rosidi.


Keterlibatan marshal lokal secara penuh dalam ajang internasional ini menjadi cerminan peningkatan kapasitas dan profesionalisme SDM daerah.

Dengan sistem kerja yang terstruktur dan berbasis standar internasional, para marshal memastikan kelancaran jalannya balapan. Mereka juga berperan dalam memperkuat posisi Pertamina Mandalika International Circuit di kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, sebagai salah satu destinasi unggulan motorsport dunia.

"Ajang GT World Challenge Asia 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan kompetisi balap berkelas, tetapi juga meninggalkan legacy dalam bentuk peningkatan kualitas SDM lokal yang mampu bersaing di tingkat internasional," ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)