ilustrasi medcom.id
22 Mahasiswa Diduga Keracunan Saat Kegiatan Pendidikan di RS Ghrasia Yogyakarta
Ahmad Mustaqim • 5 January 2026 16:09
Sleman: Sebanyak 22 mahasiswa diduga keracunan saat kegiatan pendidikan di Rumah Sakit (RS) Grhasia di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka sempat dirawat di rumah sakit dan sebagian telah diizinkan pulang.
Direktur RS Grhasia, Akhmad Akhadi S, mengatakan para mahasiswa tersebut semula melakukan kegiatan Early Clinical Exposure (ECE) di lingkungan RS Jiwa Grhasia. Ia mengatakan kegiatan ECE tersebut merupakan bagian dari kerja sama pendidikan antara RS Jiwa Grhasia dengan institusi pendidikan tinggi kesehatan.
"Pada Senin, 29 Desember 2025, kegiatan dilaksanakan sebagaimana agenda yang telah direncanakan dan difasilitasi oleh Instalasi Diklat RS Jiwa Grhasia," kata Akhadi dalam keterangan pers, Senin, 5 Januari 2026
Usai kegiatan, ia menyatakan RS Jiwa Grhasia menerima laporan adanya keluhan kesehatan yang dialami oleh sebagian peserta kegiatan, dengan gejala antara lain mual, muntah, diare, demam, dan pusing. Keluhan tersebut muncul dengan waktu yang bervariasi pada masing-masing peserta.
"Menindaklanjuti laporan tersebut, RS Jiwa Grhasia segera melakukan langkah-langkah respons cepat sesuai dengan standar prosedur operasional pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien," jelas Akhadi.
ilustrasi medcom.id
Beberapa mahasiswa sempat dirawat di RS Jiwa Grhasia dengan telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang. Selain itu, ada 8 mahasiswa menjalani perawatan di RS Queen Latifa Kabupaten Sleman.
Dari 8 mahasiswa itu, 4 orang telah diperbolehkan pulang, 2 orang direncanakan pulang dalam waktu dekat, dan 2 mahasiswa masih menjalani perawatan rawat inap dengan kondisi terpantau
stabil.
Ia juga mengatakan ada 2 mahasiswa yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Sisanya, satu mahasiswa masih dirawat di RS Sakinah Idaman dan satu mahasiswa yang sempat dirawat di RS Condongcatur Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman telah dibolehkan pulang.
"Secara umum, kondisi mahasiswa menunjukkan perkembangan yang membaik, dan seluruh proses perawatan dilakukan sesuai dengan indikasi medis serta standar pelayanan kesehatan yang berlaku. RS Jiwa Grhasia terus melakukan koordinasi dan pemantauan bersama rumah sakit rujukan serta institusi pendidikan terkait," ungkapnya.
Akhadi mengatakan penyebab kejadian tersebut masih dalam proses penelusuran dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari instansi berwenang. Ia menyatakan RS Jiwa Grhasia tidak menetapkan penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi. Menurut dia, manajemen RS Jiwa Grhasia berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan transparan dalam mendukung proses pemeriksaan yang sedang berlangsung.
"RS Jiwa Grhasia berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan, evaluasi, dan koordinasi lintas pihak dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di lingkungan rumah sakit, guna memastikan keselamatan seluruh peserta kegiatan," ujarnya.