Rudal Korea Utara dalam sebuah uji coba. Foto: KCNA/Anadolu
Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Jelang Latihan Militer Besar AS-Korea Selatan
Muhammad Reyhansyah • 12 August 2026 11:03
Pyongyang: Korea Utara menembakkan rudal balistik ke arah Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang, pada Rabu, 12 Agustus 2026, beberapa hari sebelum latihan militer besar Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan dimulai.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan rudal tersebut diluncurkan dari kawasan Wonsan sekitar pukul 06.00 waktu setempat menuju Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.
"Militer kami mendeteksi sekitar pukul 06.00 sebuah rudal balistik yang diluncurkan Korea Utara dari kawasan Wonsan menuju Laut Timur," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam pesan kepada wartawan, dikutip dari Channel News Asia.
Rudal tersebut terbang lebih dari 700 kilometer sebelum jatuh ke laut. Seoul dan Washington kini menganalisis karakteristik senjata yang diluncurkan.
Kementerian Pertahanan Jepang juga mengonfirmasi peluncuran rudal yang diduga merupakan rudal balistik dan mengatakan proyektil tersebut diperkirakan telah jatuh.
Peluncuran tersebut terjadi beberapa hari sebelum latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan Ulchi Freedom Shield dimulai pada Senin. Latihan selama 11 hari itu melibatkan sekitar 18.000 personel Korea Selatan serta pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di negara tersebut.
Korea Utara selama ini mengecam latihan gabungan kedua negara sebagai latihan untuk melakukan invasi. Pyongyang juga beberapa kali meluncurkan rudal sebelum maupun setelah latihan militer AS-Korea Selatan.
"Korea Utara tidak pernah membiarkan latihan militer gabungan Korea Selatan-AS berlangsung tanpa respons," kata Lim Eul-chul, pakar Korea Utara dari Kyungnam University, kepada AFP.
Ia menilai peluncuran tersebut merupakan pesan bahwa Pyongyang mengawasi latihan mendatang dan dapat melakukan provokasi lebih lanjut jika menganggapnya perlu.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menyebut peluncuran rudal tersebut sebagai "ancaman terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan" dan mengatakan Tokyo telah menyampaikan protes keras kepada Korea Utara melalui jalur diplomatik.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Korea Utara juga semakin aktif mendukung Rusia dalam perang di Ukraina. Kyiv sebelumnya menuduh Rusia menggunakan rudal Korea Utara dalam serangan yang menewaskan 10 orang di Ukraina.