Lahan Tak Terpakai di Rutan Muntok Disulap Jadi Kawasan Peternakan Ayam Petelur

Peternakan ayam petelur di Rutan Muntok. Foto: Istimewa.

Lahan Tak Terpakai di Rutan Muntok Disulap Jadi Kawasan Peternakan Ayam Petelur

Arga Sumantri • 11 August 2026 18:46

Muntok: Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, mengoptimalkan pemanfaatan lahan tak terpakai di area dalam rutan menjadi kawasan peternakan ayam petelur produktif. 

Kepala Rutan Kelas IIB Muntok Andri Ferly mengatakan program tersebut dijalankan sebagai langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan internal sekaligus menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi para warga binaan.

"Peternakan tersebut dikelola langsung oleh narapindana yang telah mendapatkan pembekalan pelatihan khusus budidaya unggas," kata Ferly dalam keterangannya, Selasa, 11 Agutus 2026.

Dia juga menjelaskan, setiap hari para narapidana bertanggung jawab mengurus operasional harian. Mulai dari pemberian pakan, pembersihan area kandang, pemantauan kesehatan unggas, hingga proses pemanenan telur.

Alih fungsi lahan tidur ini berfokus pada pemenuhan gizi internal serta pembekalan keterampilan hidup bagi warga binaan. Pengelolaan peternakan ini melibatkan langsung para narapindana dan tahanan yang telah dibekali pelatihan khusus.

Dari program tersebut, pihaknya mencatat rata-rata produksi mencapai 300 butir telur ayam setiap harinya. Seluruh hasil panen diprioritaskan untuk pasokan dapur umum rutan guna memenuhi kebutuhan asupan gizi dan protein harian para penghuni rutan.

"Upaya ini ini dilakukan secara konsisten setiap harinya guna meningkatkan gizi dan variasi menu harian warga binaan," ujar Ferly.

Peternakan ayam petelur di Rutan Muntok. Foto: Istimewa.

Ferly menambahkan keterampilan teknis dan wirausaha peternakan yang diperoleh selama masa pemidanaan diharapkan dapat menjadi modal kerja yang berguna saat warga binaan kembali berintegrasi dengan masyarakat.

Menurut dia, program ini menunjukkan komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif, edukatif, dan berdampak nyata bagi pembinaan sumber daya manusia di balik tembok tahanan.

Selain itu, upaya tersebut sebagai wujud nyata komitmen rutan dalam mendukung program ketahanan pangan yang sejalan dengan Asta Cita pemerintah. Khususnya, poin kemandirian bangsa melalui pemenuhan pangan nasional.

"Kami berharap keterampilan yang didapatkan selama masa pemidanaan ini bisa menjadi modal berharga bagi warga binaan saat bebas kelak, sehingga mereka dapat berwirausaha secara mandiri di tengah masyarakat," tegas dia.

(Arga Sumantri)