Ilustrasi pemantauan hilal. Dok. Metrotvnews.com
Sidang Isbat Iduladha 2026, Tinggi Hilal di Seluruh Indonesia Memenuhi Kriteria MABIMS
Rifda Muthia Zahra • 17 May 2026 18:34
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar rangkaian sidang isbat untuk menerima penjelasan soal ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia guna menetapkan Awal Zulhijah 1447 Hijriah. Dalam penjelasan tersebut, ketinggian hilal di seluruh Indonesia dipastikan sudah memenuhi Kriteria Imkanur Rukyat MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Kegiatan sidang isbat ini berlangsung di Auditorium HR Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta Pusat. Agenda tersebut dihadiri sejumlah perwakilan kedutaan negara sahabat, organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, serta pakar astronomi.
Tim pakar astronomi menjelaskan latar belakang penentuan awal bulan hijriah di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, perbedaan penentuan awal bulan, seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah antarormas kerap kali terjadi dan berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Untuk meminimalisasi disintegrasi tersebut, pemerintah telah memiliki mekanisme Sidang Isbat sejak 1946 yang diperkuat oleh Penetapan Pemerintah Nomor 2/Um tahun 1946 tentang Aturan Hari Raya, serta Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat.

Sidang Isbat. Metrotvnews.com/Rifda
Berdasarkan data pemaparan latar belakang astronomis, Ijtimak atau konjungsi bulan terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 20:01 UTC. Pada waktu Magrib, mayoritas wilayah Asia dilaporkan belum memungkinkan untuk dilakukan rukyat (pengamatan) hilal. Namun, memasuki Minggu, 17 Mei 2026, hilal dipastikan sudah memenuhi kriteria imkan rukyat (kemungkinan hilal dapat terlihat) di banyak wilayah.
Berdasarkan Kriteria MABIMS terbaru minimal tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, posisi hilal di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 29 Zulqa'dah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan Minggu, 17 Mei 2026, dilaporkan telah memenuhi syarat.
Dengan posisi hilal yang telah melampaui kriteria visibilitas MABIMS tersebut, secara teoritis hilal pada malam ini sangat mungkin untuk dirukyat. Melalui hasil perhitungan hisab, tanggal 1 Zulhijjah 1447 H diproyeksikan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha 1447 H besar kemungkinan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.